Friday, June 14, 2024
Kesehatan28 Juli Hari Hepatitis Sedunia, Begini Sejarahnya

28 Juli Hari Hepatitis Sedunia, Begini Sejarahnya

Reformasi.co.id – Hari Hepatitis Sedunia merupakan peringatan global yang dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 28 Juli.

Tujuan dari perayaan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit hepatitis, menggalang dukungan untuk pencegahan, diagnosis, dan pengobatan, serta memperkuat langkah-langkah dalam mengatasi beban penyakit hepatitis di seluruh dunia.

Untuk memahami arti perayaan ini, penting untuk mengetahui sejarah dan perkembangan hepatitis serta bagaimana perayaan Hari Hepatitis Sedunia berkaitan dengan upaya global untuk mengatasi penyakit ini.

Sejarah Hepatitis

Hepatitis merupakan istilah medis yang mengacu pada peradangan hati. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus, konsumsi alkohol yang berlebihan, serta zat-zat toksik.

Fokus kita di sini adalah pada hepatitis viral, yang merupakan bentuk paling umum dan sering menjadi fokus perhatian Hari Hepatitis Sedunia.

Hepatitis A

Virus hepatitis A (HAV) pertama kali diidentifikasi pada tahun 1973 oleh dua ilmuwan, Stephen M. Feinstone dan Robert H. Purcell. Penemuan ini memungkinkan pengembangan vaksin hepatitis A yang efektif, yang telah menyelamatkan banyak nyawa dan mengurangi penyebaran penyakit ini di seluruh dunia.

Hepatitis B

Pada tahun 1965, ilmuwan dari Baruch S. Blumberg berhasil mengidentifikasi antigen permukaan hepatitis B (HBsAg), yang merupakan tanda pertama dari infeksi hepatitis B (HBV).

Penemuan ini membuka jalan untuk pengembangan tes deteksi HBV dan kemudian vaksin hepatitis B. Vaksin hepatitis B yang diluncurkan pada tahun 1981 telah mengurangi jumlah infeksi HBV secara drastis, terutama pada bayi dan anak-anak.

Hepatitis C

Hepatitis C (HCV) diidentifikasi pada tahun 1989 oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Michael Houghton. Penemuan ini memungkinkan pengembangan tes darah untuk mendeteksi HCV dan akhirnya membantu dalam mengurangi penularan HCV melalui transfusi darah dan produk darah lainnya.

Pada tahun 2013, pengobatan revolusioner berbasis antiviral untuk HCV telah memperbaiki tingkat kesembuhan dan meminimalkan komplikasi yang berhubungan dengan penyakit ini.

Perkembangan Hari Hepatitis Sedunia

Hari Hepatitis Sedunia pertama kali diperingati pada tanggal 28 Juli 2011, setelah diputuskan oleh World Hepatitis Alliance (Aliansi Hepatitis Dunia) pada Kongres Internasional Hepatitis di Seoul, Korea Selatan.

Sejak saat itu, perayaan ini telah menjadi platform global untuk meningkatkan kesadaran, mengedukasi masyarakat tentang hepatitis, dan menginspirasi tindakan pencegahan dan pengobatan di berbagai negara.

Melalui upaya kolaboratif dari organisasi kesehatan, pemerintah, LSM, dan masyarakat sipil di seluruh dunia, Hari Hepatitis Sedunia menjadi momentum penting untuk mencapai beberapa tujuan utama, antara lain:

Meningkatkan Kesadaran

Perayaan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memahami lebih lanjut tentang hepatitis, termasuk penyebab, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk mengurangi risiko infeksi.

Advokasi dan Pemobilisasi

Hari Hepatitis Sedunia menyatukan para pembela kesehatan dan penderita hepatitis untuk berbicara dengan suara yang lebih keras, menekankan pentingnya menghadapi tantangan yang terkait dengan hepatitis, seperti akses terhadap layanan kesehatan dan pengobatan.

Penghapusan Hepatitis

Peringatan ini menjadi panggung bagi pemerintah dan organisasi kesehatan untuk menyampaikan komitmen mereka dalam mencapai target penghapusan hepatitis sebagai masalah kesehatan masyarakat global.

Kesimpulan

Sejarah dan perkembangan hepatitis telah melihat kemajuan besar dalam penanganan penyakit ini sejak identifikasi virus-virus hepatitis utama dan pengembangan vaksin serta terapi efektif.

Hari Hepatitis Sedunia menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan aksi global dalam mengatasi beban hepatitis di seluruh dunia. Melalui upaya bersama, penghapusan hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat dapat menjadi kenyataan, dan generasi mendatang dapat hidup bebas dari beban penyakit ini.

Ikuti berita dan informasi terbaru Reformasi.co.id di Google News.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terkini