Perayaan Pembukaan Cupu Kyai Panjolo di Gunungkidul
Pada malam Senin (29/9/2025), rumah Ki Medi Suminarno di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Gunungkidul menjadi pusat perhatian masyarakat. Banyak warga dari berbagai daerah datang untuk mengikuti prosesi pembukaan Cupu Kyai Panjolo yang digelar secara tradisional.
Prosesi ini dimulai pada tengah malam dan berlangsung hingga dini hari Selasa (30/9/2025). Tahun ini, acara tersebut jatuh pada malam Selasa Kliwon atau 29 September 2025, yang bertepatan dengan 6 Bakdamulud 1959 Taun Dal. Prosesi dimulai dengan rangkaian kenduri yang dilakukan dua kali selama malam hari.
Juru Kunci Cupu Panjala, Ki Medi Suminarno, memimpin upacara bersama para keturunan Kyai Panjala. Dalam prosesi ini, kain mori yang digunakan untuk membungkus Cupu Kyai Panjolo, yaitu Semar Tinandhu, Palang Kinantang, dan Kenthiwiri, mulai dibuka satu per satu. Dari kain tersebut akan muncul gambar atau simbol yang diyakini sebagai ramalan kehidupan dalam kurun waktu satu tahun mendatang.
Berikut adalah beberapa simbol yang muncul dalam pembukaan Cupu Kyai Panjolo:
- Bagian barat terdapat gambar ayam jantan menghadap ke barat.
- Bagian tenggara menampilkan gambar kepala menghadap ke timur dan barat. Yang menghadap ke timur mulutnya terbuka, sedangkan yang menghadap ke barat sedang merokok.
- Bagian barat daya memiliki gambar wayang narodo.
- Bagian barat laut menunjukkan gambar kambing menghadap ke timur.
- Bagian timur terdapat gambar pulau Sumatra dan juga gambar layang-layang berekor serta tikus.
- Bagian timur laut menampilkan gambar orang duduk menghadap ke timur dan huruf arab alif.
- Bagian selatan terdapat gambar kutu/gurem dan anak menunggang hewan.
- Bagian utara menampilkan gambar gunungan/kayon berdiri.
- Bagian barat juga memiliki gambar babi menghadap ke timur dan gambar orang shalat rukuk menghadap kiblat.
- Bagian timur menunjukkan gambar telapak tangan dan pulau Jawa.
- Bagian barat daya memiliki gambar kepala dengan mata melotot dan anak kecil memakai rok.
- Bagian timur juga menampilkan angka tiga dan gambar perempuan dengan anaknya.
- Bagian barat menunjukkan gambar ikan dan gambar wayang petruk menghadap barat.
- Bagian timur menampilkan gambar kepala singa dan kepala laki-laki dengan ikat kepala.
- Bagian barat juga memiliki gambar wayang semar menghadap utara.
- Bagian barat daya menampilkan gambar kepala berjenggot dan gambar wayang semar menghadap utara.
- Bagian timur menunjukkan gambar bintang dan angka tiga.
- Bagian timur laut menampilkan gambar cupu Semar Kinandu miring ke arah timur.
- Bagian selatan menampilkan gambar cupu Palang Kinantang miring ke arah selatan.
- Bagian timur laut menampilkan gambar cupu Kenti Wiri miring ke arah timur laut.
Dari semua simbol tersebut, masyarakat percaya bahwa mereka memberikan informasi tentang kondisi kehidupan di masa depan. Setiap simbol memiliki makna tersendiri dan dipercaya dapat memberikan petunjuk bagi umat yang hadir dalam prosesi ini.



