Beranda Pendidikan Bandingkan Pelaksanaan Demokrasi Pancasila pada Masa Orde Baru dan Masa Reformasi

Bandingkan Pelaksanaan Demokrasi Pancasila pada Masa Orde Baru dan Masa Reformasi

0
587
bandingkan pelaksanaan demokrasi pancasila pada masa orde baru dan masa reformasi
(FOTO:ISTIMEWA)

REFORMASI.CO.ID – Bandingkan Pelaksanaan Demokrasi Pancasila pada Masa Orde Baru dan Masa Reformasi

✅ Pendahuluan

Demokrasi Pancasila merupakan sistem demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila — yaitu musyawarah, keadilan sosial, persatuan, dan kedaulatan rakyat. Namun, pelaksanaannya di Indonesia mengalami perubahan besar dari masa Orde Baru hingga masa Reformasi.

Untuk memahami bagaimana praktik demokrasi ini berubah, penting untuk membandingkan pelaksanaan Demokrasi Pancasila pada masa Orde Baru dan masa Reformasi secara objektif berdasarkan aspek politik, kebebasan, dan partisipasi rakyat.


🕰️ 1. Pelaksanaan Demokrasi Pancasila pada Masa Orde Baru

Masa Orde Baru (1966–1998) dipimpin oleh Presiden Soeharto dan dikenal dengan jargon “Demokrasi Pancasila” sebagai dasar pemerintahan. Namun dalam praktiknya, demokrasi pada masa ini cenderung bersifat sentralistik dan otoriter.

Presiden Soeharto (FOTO: NUSANTARANEWS)
Presiden Soeharto (FOTO: NUSANTARANEWS)

Ciri-ciri utama Demokrasi Pancasila pada masa Orde Baru:

  1. Kekuasaan terpusat pada presiden.
    Presiden memegang kekuasaan eksekutif yang sangat besar, bahkan cenderung tidak terbatas.

  2. Keterbatasan kebebasan berpendapat dan pers.
    Media massa dikontrol ketat melalui lembaga seperti Departemen Penerangan. Kritik terhadap pemerintah sering dianggap subversif.

  3. Pemilu hanya formalitas.
    Pemilu memang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, tetapi hasilnya sudah dapat ditebak karena dominasi Golkar yang selalu menang.

  4. Militer berperan dalam politik (Dwifungsi ABRI).
    Militer tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga ikut dalam struktur pemerintahan dan birokrasi sipil.

  5. Stabilitas politik diutamakan daripada kebebasan.
    Pemerintah mengklaim sistem ini menjaga pembangunan nasional tetap berjalan lancar, meskipun mengorbankan hak-hak politik rakyat.

Kesimpulan singkat: Demokrasi Pancasila pada masa Orde Baru bersifat terkendali dan otoriter, dengan partisipasi rakyat yang sangat terbatas.


🗳️ 2. Pelaksanaan Demokrasi Pancasila pada Masa Reformasi

Masa Reformasi dimulai sejak kejatuhan Soeharto pada Mei 1998. Era ini ditandai dengan tuntutan rakyat terhadap demokrasi yang lebih terbuka, bebas, dan transparan.

Amien Rais, Adnan Buyung Nasution, Reformasi, bandingkan pelaksanaan demokrasi pancasila pada masa orde baru dan masa reformasi
Amien Rais saat berceramah di berbagai kampus pada era 1990-an, menyuarakan kritik terhadap dugaan penyimpangan kekuasaan rezim Orde Baru. (FOTO:REUTERS)

Ciri-ciri utama Demokrasi Pancasila pada masa Reformasi:

  1. Kebebasan berpendapat dan pers dijamin.
    Pemerintah mencabut banyak pembatasan terhadap media. Rakyat bebas menyuarakan pendapat melalui demonstrasi, media sosial, dan partai politik.

  2. Sistem multi partai diterapkan kembali.
    Partai politik bebas berdiri dan mengikuti pemilu. Hal ini memperkuat representasi rakyat di parlemen.

  3. Pemilihan umum lebih transparan dan jujur.
    Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi lembaga independen yang mengatur pemilu secara terbuka dan adil.

  4. Presiden dibatasi masa jabatannya.
    Berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen, presiden hanya boleh menjabat maksimal dua periode (10 tahun).

  5. Pemilihan langsung oleh rakyat.
    Sejak 2004, rakyat dapat memilih langsung presiden, kepala daerah, dan anggota legislatif.

Kesimpulan singkat: Demokrasi Pancasila pada masa Reformasi bersifat lebih terbuka, partisipatif, dan menegakkan kedaulatan rakyat.


⚖️ 3. Perbandingan Demokrasi Pancasila: Orde Baru vs Reformasi

Aspek Orde Baru Reformasi
Sistem Politik Sentralistik dan otoriter Desentralisasi dan demokratis
Kebebasan Pers & Berpendapat Terbatas, dikontrol pemerintah Terbuka, bebas dari sensor
Pemilu Tidak kompetitif (didominasi Golkar) Kompetitif, banyak partai
Keterlibatan Militer Militer aktif dalam politik (Dwifungsi ABRI) Militer dipisahkan dari urusan politik
Kedaulatan Rakyat Rakyat pasif, kontrol oleh elite Rakyat aktif, berhak memilih langsung
Masa Jabatan Presiden Tidak dibatasi secara tegas Maksimal 2 periode
Pembangunan Nasional Stabil tapi tidak transparan Demokratis dan partisipatif

💬 4. Analisis: Pergeseran Nilai Demokrasi Pancasila

Pada masa Orde Baru, Demokrasi Pancasila lebih digunakan sebagai alat legitimasi kekuasaan, bukan sebagai praktik nilai-nilai Pancasila yang sejati. Sedangkan pada masa Reformasi, Demokrasi Pancasila mulai kembali pada makna hakikinya, yakni menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

Meskipun demikian, tantangan masih ada: praktik politik uang, korupsi, dan polarisasi sosial menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia masih terus berproses menuju kematangan.


📚 5. Kesimpulan

Jika dibandingkan, pelaksanaan Demokrasi Pancasila pada masa Orde Baru dan masa Reformasi menunjukkan perbedaan yang sangat kontras.

  • Orde Baru menekankan stabilitas politik dengan sistem otoriter.

  • Reformasi menekankan keterbukaan, kebebasan, dan partisipasi rakyat.

Dengan demikian, Reformasi menjadi tonggak penting dalam mengembalikan semangat asli Demokrasi Pancasila, yakni pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila.


🧠 FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa yang dimaksud Demokrasi Pancasila?
Demokrasi Pancasila adalah sistem demokrasi yang menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan politik dan pemerintahan Indonesia.

2. Apa perbedaan utama Demokrasi Pancasila masa Orde Baru dan Reformasi?
Perbedaan utamanya terletak pada tingkat kebebasan politik dan partisipasi rakyat. Masa Reformasi lebih terbuka, sedangkan Orde Baru bersifat otoriter.

3. Mengapa Demokrasi Pancasila pada masa Orde Baru dianggap tidak murni?
Karena pelaksanaannya dikontrol ketat oleh pemerintah dan digunakan untuk mempertahankan kekuasaan, bukan untuk menyalurkan aspirasi rakyat.

4. Apa dampak positif Demokrasi Pancasila masa Reformasi?
Kebebasan pers, pemilu yang adil, dan meningkatnya kesadaran politik masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini