EkonomiBank BSI Kena Retas, Data Nasabah Siap Dijual ke Pasar Gelap

Bank BSI Kena Retas, Data Nasabah Siap Dijual ke Pasar Gelap

Jakarta – Kelompok Ransomware LockBit mengaku sebagai pelaku peretasan layanan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Melalui akun Twitter @darktracer_int milik Fusion Intelligence Center, informasi tersebut terungkap.

@darktracer_int menyebut kelompok peretas LockBit berada dan bertanggungjawab atas matinya layanan BSI pekan ini.

“Mereka menyatakan bahwa itu adalah ulah serangan mereka. Mereka juga mencuri 15 juta catatan pelanggan, informasi karyawan, dan 1,5 TB data internal,” ungkap @darktracer_int, Sabtu (13/5/2023).

Akun tersebut melanjutkan, LockBit kemudian mengancam bakal menjual data tersebut ke pasar gelap jika BSI menggagalkan negosiasinya.

Dalam keterangannya LockBit memberi batas waktu hingga 15 Mei pukul 21:09:46 UTC.

Saat ini pihak BSI terus berkoordinasid engan regulator OJ dan pemegang saham. Pasalnya serangan siber ini juga semakin gencar.

“Berdasarkan data dari Google, ada 9.000 percobaan serangan siber dalam 10 hari terakhir,” ungkap Durektur Utama BSI, Hery Gunadi, pada Kamis (11/5/2023).

Sebagaimana diketahui, sejak beberapa hari lalu, seluruh layanan digital BSI lumpuh.

Nasabah tidak bisa melakukan transaksi apapun dengan aplikasi mobile banking mereka dan di ATM.

Namun terpantau layanan BSI mulai berangsur-angsur pulih sejak kemarin.

Ikuti berita dan informasi terbaru Reformasi.co.id di Google News.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terkini