Indramayu, Reformasi.co.id – Saat liburan pasca lebaran telah memasuki hari keempat pada Jum’at (4/4/2025) ini, banyak tempat wisata di Indramayu dipadati pengunjung.
Namun Anda tidak perlu berkunjung ke tempat wisata yang satu ini. Meski berjudul ‘Wisata Seribu Pohon Pisang’, nyatanya tempat ini bukan benar-benar sebuah wahana wisata. Apa pasal?
Di Desa Pondoh, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, warga melakukan aksi protes dengan menaruh pohon pisang di tengah jalan. Tak cuma satu, namun banyak pohon pisang.
Pohon-pohon itu ditanam di lubang-lubang yang berada di ruas jalan Desa Pondoh menuju Desa Segeran. Dan disalah satu ruasnya dipasang spanduk bertuliskan Wisata Seribu Pohon Pisang.
Salah satu warga Desa Pondoh, Acing, kepada media menjelaskan bahwa penanaman pohon pisang ini merupakan bentuk protes agar pemerintah segera memperbaiki jalan ini.
“Harapan kami pemerintah segera merespon untuk memperbaiki jalan,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan rusaknya jalan ini cukup membahayakan pengguna jalan. Sebab pengendara selalu memilih jalan yang enak, dari kiri ambil kanan, sehingga berpotensi tabrakan dari lawan arah.
Bahkan di ruas jalan ini tidak sekali dua kali terjadi kecelakaan. Terlebih saat ini yang sedang memasuki musim penghujan. Banyak pengendara yang terpeleset karena kondisi jalan yang licin.
Sementara itu, Pemerintah Desa Pondoh dalam pernyataan resminya sebetulnya telah berulang kali mengajukan usulan melalui SIPD. Harapannya jalan yang rusak parah selama dua tahun ini bisa segera diperbaiki.
“Di tiap kesempatan Musrenbang Kecamatan pun, termasuk di laman SIPD, Pemdes dan BPD Pondoh selalu memasukan usulan perbaikan jalan,” ungkapnya.