Thursday, April 18, 2024
PolitikInilah Kekurangan dan Kelebihan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup

Inilah Kekurangan dan Kelebihan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup

Reformasi.co.id Sistem pemilu proporsional tertutup merupakan sistem pemilihan umum yang menerapkan mekanisme pemilihan dimana masyarakat memilih partai politiknya saja, bukan calon wakil rakyat secara langsung.

Pada saat pemilu dengan sistem tertutup, pemilih hanya mencoblos tanda gambar atau lambang partai dalam surat suara karena tidak tersedia daftar kandidat wakil rakyat di surat suara. Sistem ini merupakan salah satu jenis sistem pemilu proporsional.

Sementara itu sistem pemilu proporsional yaitu sistem pemilihan dengan jumlah penduduk berimbang dengan jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di daerah pemilihan (dapil). Sistem ini diterapkan antara lain di Indonesia dan Swiss.

Pada sistem pemilu proporsional tertutup, kursi wakil rakyat akan diberikan pada para calon berdasarkan nomor urut yang ditentukan oleh partai.

Hal ini tentu berbeda dengan sistem pemilu proporsional tertutup, sistem pemilu proporsional terbuka adalah sistem pemilu dengan pemilih dapat mencoblos nama atau foto kandidat langsung yang dicantumkan di surat suara.

Pada sistem pemilu proporsional terbuka, partai politik menyediakan daftar kandidat wakil rakyat untuk dimasukkan ke surat suara. Para calon yang meraih suara terbanyak lalu terpilih sebagai wakil rakyat.

Inilah kelebihan dan kekurangan sistem pemilu proporsional tertutup dan terbuka:

  • Kelebihan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup
  • Mendorong peningkatan peran partai politik dalam kaderisasi sistem perwakilan
  • Mendorong institusionalisasi partai politik
  • Mempermudah penilaian kinerja partai politik
  • Menekan politik uang ke masyarakat dan korupsi politik

Kekurangan Sistem Pemilu Proporsional Tertutup

  • Pengkondisian mekanisme pencalonan kandidat wakil rakyat yang tertutup
  • Menguatnya oligarki dan nepotisme di internal partai politik
  • Terbukanya potensi politik uang di internal partai dalam bentuk jual-beli nomor urut
  • Kurangnya kedekatan calon wakil rakyat dengan pemilih
  • Calon wakil rakyat kurang aspiratif
  • Pendidikan politik berkurang bagi masyarakat
  • Kelebihan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka
  • Mendorong calon lebih dekat pemilih
  • Mengurangi nepotisme
  • Meningkatkan sistem perwakilan di DPR
  • Kekurangan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka
  • Meningkatnya ongkos politik dan korupsi-kolusi sistematis
  • Kurangnya standar kualifikasi pencalonan
  • Kurangnya peran dan gagasan partai politik

Ikuti berita dan informasi terbaru Reformasi.co.id di Google News.

PenulisAbdul Jani

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Terkini