Reformasi.co.id – Seorang remaja asal Makassar, Sulawesi Selatan, bernama Fadli (11) tewas secara mengenaskan. Ia diculik dan dibunuh untuk dijual organ tubuhnya.
Pelakunya juga merupakan remaja yang hanya beberapa tahun diatas usianya. AR (17) dan AF (14) harus berurusan dengan pohak berwajib karena menghilangkan nyawa Fadli.
Kejadian ini bermula saat orang tua Fadli melaporkan kehilangan anaknya tersebut ke pihak kepolisian. Fadli kemudian ditemukan dibawah kolong jembatan pada Minggu (8/1).
Pihak kepolisian mengungkap bahwa Fadli merupakan korban penculikan dan pembunuhan. Motif pelaku tergiur dengan nominal harga jual organ tubuh yang cukup fantastis.
“Pelaku mengaku tergiur oleh harga jual penjualan organ sel manusia untuk mendapatkan uang,” kata Kasi Humas Polsek Panakkukang Aipda Ahmad Halim kepada media pada Selasa (10/1).
Menurut Ahmad Halim, pelaku tergiur karena harga organ tubuh di internet bisa membuat mereka kaya mendadak. Hal itulah yang membuat mereka tega menghabisi nyawa Fadli di sebuah rumah.
“Pelaku AF merayu untuk membantu membersihkan rumahnya di Jalan Ujung Bori. Selanjutnya, mereka bertiga menuju rumah AR di Jalan Batua Raya 14 untuk dieksekusi,” kata Ahmad Halim.
Korban kemudian dicekik dan dibenturkan ke tembok sebanyak tiga hingga lima kali. Setelah nyawanya hilang, kedua pelaku kebingungan dengan letak ginjal yang mereka incar. Sehingga jasad Fadli kemudian langsung dibuang ke bawah jembatan di Jalan Inspeksi Pam Timur Waduk Nipa-Nipa.