Beranda Berita 4 Fakta Kopi Susu Tuku yang Disukai dari Cipete hingga Amsterdam

4 Fakta Kopi Susu Tuku yang Disukai dari Cipete hingga Amsterdam

0
260

Asal Usul Kopi Susu Tetangga

Kopi Susu Tetangga lahir dari keinginan untuk menciptakan minuman yang cocok dengan lidah warga sekitar. Gerai pertama Toko Kopi Tuku dibuka pada tahun 2015 di Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan. Tujuan awalnya sederhana: membuat kopi yang sesuai dengan selera masyarakat lokal. Dalam wawancara dengan Reformasi.co.id pada Jakarta Coffee Week 2023, Eleonora Ancilla (Cilla), Junior Brand Manager Kopi Tuku, mengatakan bahwa awalnya minuman ini diberi nama “Es Kopi Susu Andanu” karena ingin menyesuaikan dengan lidah tetangga di Cipete. Seiring waktu, nama “Kopi Susu Tetangga” mulai digunakan dan menjadi identitas brand yang sangat melekat.

Gula Aren sebagai Identitas Rasa Lokal Indonesia

Gula aren memainkan peran penting dalam menciptakan rasa unik Kopi Susu Tuku. Menurut Cilla, inspirasi gula aren cair berasal dari penjual cendol. Andanu, pendiri Tuku, mencoba berbagai jenis gula sebelum menemukan gula aren cair yang digunakan oleh abang-abang cendol. Penggunaan gula aren cair menciptakan rasa karamel alami yang berbeda dari simple syrup gula putih biasa. Nur Jamila, Direktur PT Berangan Ragam Rasa (BERAGAM), menyatakan bahwa gula aren bukan hanya pelengkap rasa kopi, tetapi juga ekspresi identitas kuliner Indonesia yang patut dibanggakan.

Ekspansi ke Amsterdam dan Seoul

Toko Kopi Tuku telah merambah pasar internasional. Pada The Amsterdam Coffee Festival 2024, Tuku hadir sebagai partisipasi kedua. CEO & Founder Tuku, Andanu Prasetyo, menyatakan bahwa kunjungan yang diterima di Amsterdam membuktikan bahwa Tetangga Blend dan gula aren memiliki tempat tersendiri bagi konsumen kopi internasional. Tak hanya Amsterdam, Tuku juga membuka pop-up store di Gangnam, Seoul, dari Maret hingga Mei 2024. Es Kopi Susu Tetangga menjadi favorit sejak hari pertama.

Penjualan yang Mengagumkan

Popularitas Kopi Susu Tetangga di Indonesia tidak main-main. Dalam wawancara yang sama, Cilla menyebutkan bahwa di cabang Bintaro, bisa terjual hingga 2.000 gelas per hari. Untuk mempercepat pelayanan, Tuku melakukan pre-mixing dengan mencampur kopi, susu, krimer, dan gula aren dalam batch besar. Secara keseluruhan, Tuku mampu menjual antara 42.000 hingga 50.000 gelas kopi per hari di seluruh cabangnya. Saat ini, Tuku sudah hadir di 48 lokasi, termasuk Jabodetabek, Surabaya, dan Malang.

Perjalanan Brand Lokal ke Panggung Dunia

Perjalanan Kopi Susu Tuku bukan sekadar cerita minuman kopi, tetapi juga perjalanan sebuah brand lokal yang mengangkat rasa khas Indonesia ke panggung dunia. Dari “kopi untuk tetangga” hingga festival internasional, dari gula aren abang cendol hingga pop-up café di Seoul, Kopi Tuku adalah bukti bahwa identitas lokal bisa menjadi kebanggaan global.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini