Beranda Berita Ahmad Riyadh Tetap Pimpin Asprov PSSI Jawa Timur, Pemilihan Ketua Baru Ditunda

Ahmad Riyadh Tetap Pimpin Asprov PSSI Jawa Timur, Pemilihan Ketua Baru Ditunda

0
74

Kepemimpinan Ahmad Riyadh di PSSI Jatim

Ahmad Riyadh, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua PSSI Provinsi Jawa Timur, telah memutuskan untuk tidak lagi mencalonkan diri sebagai ketua untuk periode 2026–2030. Alasan utamanya adalah ia tidak ingin terus menjalani peran tersebut. Meskipun demikian, tampaknya kepemimpinannya akan tetap berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Riyadh akan tetap memimpin PSSI Jatim sebagai pelaksana tugas (Plt) setelah PSSI pusat menunda pemilihan ketua di 17 provinsi, termasuk Jawa Timur. Penunjukan Plt dilakukan oleh PSSI Pusat, dan PSSI Provinsi seperti Jatim tidak memiliki hak untuk mengajukan nama sendiri.

“Nanti yang ditunjuk oleh pusat bisa dari internal kami, bisa dari luar,” ujar Riyadh. Ia juga menjelaskan bahwa kemungkinan besar PSSI akan menunjuk anggota Exco yang ada. Hal ini sudah terjadi di beberapa wilayah sebelumnya, seperti di DKI Jakarta, di mana Plt sering diambil dari kalangan Exco PSSI.

“Memang diutamakan Exco dulu. Tapi biasanya yang tidak ada konflik lebih mudah nanti menjadi Plt,” tambahnya. Meski begitu, ada kemungkinan besar bahwa Riyadh sendiri akan ditunjuk sebagai Plt. Selain menjabat sebagai Ketua PSSI Provinsi Jatim, ia juga merupakan anggota Exco PSSI Pusat.

“Bisa saja, nanti tergantung penunjukannya saja,” katanya saat ditanya oleh Jawa Pos. Riyadh menegaskan bahwa tugas sebagai Plt adalah melaksanakan program yang telah disetujui dalam Kongres Tahunan PSSI Provinsi Jatim, serta memastikan organisasi tetap berjalan dengan baik.

Selain itu, Plt juga bertanggung jawab untuk mempersiapkan pemilihan ketua PSSI Provinsi Jatim. Ini menjadi langkah penting agar proses pemilihan dapat berjalan lancar dan sesuai rencana.

Peran dan Tanggung Jawab Plt

Sebagai pelaksana tugas, Riyadh akan mengemban tanggung jawab yang cukup berat. Ia harus memastikan bahwa seluruh kegiatan PSSI Provinsi Jatim tetap berjalan tanpa hambatan. Termasuk dalam hal ini adalah pengelolaan keuangan, koordinasi dengan klub-klub sepak bola di Jawa Timur, serta penyelenggaraan berbagai acara olahraga.

Selain itu, ia juga akan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk pemilihan ketua baru. Ini mencakup perekrutan panitia pemilihan, penyiapan dokumen, dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait.

Meskipun masa jabatannya sebagai ketua resmi akan berakhir pada 12 Januari mendatang, Riyadh masih memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran operasional PSSI Provinsi Jatim. Dengan pengalamannya sebagai manajer Persida Sidoarjo dan pengalaman di level nasional, ia diyakini mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik.

Masa Depan PSSI Jatim

Dengan adanya penundaan pemilihan ketua, PSSI Provinsi Jatim kini berada di bawah kepemimpinan sementara. Ini memberikan kesempatan bagi PSSI pusat untuk menentukan siapa yang akan menjadi Plt. Namun, berdasarkan pengalaman sebelumnya, kemungkinan besar Plt akan diambil dari kalangan Exco.

Jika Riyadh ditunjuk sebagai Plt, maka ia akan tetap menjadi figur sentral dalam kepengurusan PSSI Jatim. Ini akan menjadi tantangan baru baginya, namun juga kesempatan untuk membuktikan kemampuannya dalam memimpin organisasi olahraga tingkat provinsi.

Kondisi ini juga menjadi momen penting bagi PSSI Jatim untuk memperkuat struktur organisasi dan memastikan bahwa pemilihan ketua berikutnya dapat berjalan dengan transparan dan demokratis. Dengan peran Plt yang jelas, harapan besar diarahkan kepada PSSI Provinsi Jatim untuk tetap berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi dunia sepak bola di Jawa Timur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini