AI, Tersangka Pembunuh Alvaro Kiano Nugroho Ternyata Ayah Tiri, Rencana Licik Terungkap

0
224

Kasus Kematian Alvaro Kiano Nugroho: Ayah Tiri Terbukti Pelaku

Kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang menghilang selama delapan bulan berakhir dengan tragis. Jasad Alvaro ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di sekitar Kali Cilalay, Tenjo, Bogor. Yang lebih mengejutkan, sosok terduga pelaku di balik penculikan yang berujung tewasnya korban adalah AI, yang tak lain merupakan ayah tiri (ayah sambung) Alvaro sendiri.

Fakta ini terungkap setelah jasad Alvaro ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Dari informasi yang diperoleh, AI, sang terduga pelaku, sempat berakting mengkhianati kepercayaan keluarga korban. Hal tersebut disampaikan oleh Tugimin, kakek dari Alvaro, yang mengungkapkan rasa kecewa dan sedih atas peristiwa ini.

Siasat Licik dan Peran AI dalam Kasus Ini

Selama proses pencarian yang berlangsung berbulan-bulan, AI ternyata sering kali muncul sebagai sosok yang simpatik dan aktif membantu keluarga. Menurut Tugimin, AI bahkan ikut menemani dirinya mencari Alvaro hingga ke wilayah Bogor, Jawa Barat, menelusuri informasi yang didapat. AI juga rutin datang pada akhir pekan untuk mengajak Alvaro jalan-jalan atau membeli makanan.

Namun, kebaikan yang ditunjukkan oleh AI kepada keluarga, khususnya kepada Tugimin, kini terasa sebagai sebuah pengkhianatan yang mendalam. “Saya itu enggak sangka, ternyata kebaikan dia itu hanya ibaratnya ya buat kedok saja,” ucap Tugimin dengan nada sedih.

Aksi pura-pura ini berlangsung berulang kali. Tugimin menambahkan bahwa AI telah berkali-kali diperiksa oleh pihak kepolisian, namun selalu berkelit dan menyembunyikan kondisi Alvaro yang sebenarnya. Bahkan, AI dan istrinya, Arumi, sesekali pernah berselisih hingga melibatkan dirinya. Biasanya, AI marah karena Arumi tidak mengangkat teleponnya. AI kemudian meminta bantuan Tugimin agar Arumi mau menjawab panggilan tersebut.

Penangkapan dan Pengakuan AI

Menurut Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, ayah tiri Alvaro lah yang menjadi pelaku dalam kejadian penculikan berujung maut ini. Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap satu tersangka usai Alvaro, bocah di Pesanggarahan, Jakarta Selatan yang hilang sejak Maret ditemukan tewas.

“Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan tersangka sudah diamankan,” kata Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam kepada wartawan, Minggu (23/11/2025). Titik terang dalam kasus ini baru muncul setelah polisi menetapkan AI sebagai tersangka.

Setelah diinterogasi, AI akhirnya menunjukkan lokasi korban. Penyidik kemudian diarahkan ke kawasan Tenjo, Bogor, hingga akhirnya jasad Alvaro ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.

Awal Mula Hilangnya Alvaro

Alvaro Kiano Nugroho, seorang anak berusia 6 tahun, hilang diduga diculik di Pesanggrahan sejak Kamis, 6 Maret 2025. Sejak 8 bulan terakhir, sang ibunda, Arumi masih berjuang mencari keberadaan putranya yang hilang di Masjid Jami Al Muflihun, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Diketahui, kedua orang tua kandung Alvaro sudah lama bercerai. Adapun ayah kandung Alvaro saat ini sedang menjalani hukuman kasus narkoba di Lapas Cipinang. Sementara sang ibunda sudah menikah lagi.

Tugimin (71), kakek korban, mengungkapkan awal mula Alvaro Kiano Nugroho menghilang. Ini berawal pada saat seseorang mengaku ayah dari Alvaro Kiano Nugroho mendatangi masjid tempat Alvaro Kiano Nugroho sedang menunaikan ibadah salat. Informasi tentang kedatangan pria tersebut baru diketahui kakek Alvaro, Tugimin, dari marbut Masjid Jami Al Muflihun, tiga hari setelah Alvaro dinyatakan hilang.

“Itu ada orang datang, ditanya sama marbut, ‘Pak, cari siapa?’ ‘Cari anak saya. Alvaro katanya kalau shalat di masjid sini.’ ‘Itu ada anaknya di atas.’ Kata marbut begitu,” ungkap Tugimin pada Minggu (27/4/2025).

Pencarian dan Upaya Polisi

Usai berbuka puasa dan waktu shalat Maghrib, Alvaro tak kunjung pulang. Tugimin belum merasa curiga, karena sang cucu memang kerap bermain sepak bola bersama teman-temannya pada malam hari. “Saya sadar untuk mencari itu jam 21.30 WIB. ‘Kok cucu saya belum pulang? Ke mana?’ Saya bilang kayak begitu,” ujar dia.

Tugimin, yang merupakan pensiunan petugas pemadam kebakaran Lebak Bulus, segera menyambangi lokasi terakhir Alvaro. Ia juga mendatangi teman-teman yang biasa bermain dengan cucunya. Namun, upayanya tak membuahkan hasil. Sayangnya CCTV di mana tempat korban terakhir kali terlihat rusak. “Kami tidak bisa melihat melalui CCTV,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murdoch pada Minggu (27/4/2025).

Polisi juga sudah datang ke beberapa lokasi seperti Cilegon, Banten, hingga Batam, Kepulauan Riau, setelah menerima petunjuk dari warga. Namun, hingga saat ini belum ada jejak Alvaro yang ditemukan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini