Strategi AI Hybrid Membuka Jalan Inovasi di Industri Jasa Keuangan
Dalam dunia yang semakin bergantung pada teknologi, penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) hybrid menjadi strategi penting dalam industri jasa keuangan. Pendekatan ini dinilai sangat efektif oleh sebagian besar pelaku industri, terutama dalam menghadapi tantangan data dan keamanan yang kompleks.
Laporan terbaru yang dirilis oleh Claudera bersama Finextra Research menunjukkan bahwa pendekatan AI hybrid kini menjadi prioritas utama bagi banyak perusahaan keuangan. Survei yang dilakukan terhadap 155 eksekutif dan pemimpin di seluruh dunia menunjukkan bahwa sebanyak 91% perusahaan menilai pendekatan hybrid memiliki nilai yang tinggi.
Adrien Chenallier, Global Director, AI Solutions for Financial Services Cloudera, menjelaskan bahwa laporan ini memperkuat keyakinan bahwa strategi hybrid tidak bisa ditawar lagi. “Untuk benar-benar menjembatani kesenjangan implementasi, perusahaan keuangan membutuhkan platform data dan AI yang terpadu untuk memastikan tata kelola dan keamanan yang konsisten di semua lingkungan,” katanya dalam keterangan resmi.
Tantangan dalam Penerapan AI Hybrid
Meskipun pengadopsian AI telah meluas, studi ini juga menunjukkan adanya hambatan signifikan. Salah satu tantangan utamanya adalah masalah data silos yang menghambat kemampuan perusahaan untuk membangun dan menerapkan model AI yang efektif. Dari total responden, 97% organisasi jasa keuangan melaporkan bahwa data silos menjadi hambatan utama.
Selain itu, survei menunjukkan bahwa 62% organisasi jasa keuangan kini menggunakan pendekatan AI hybrid yang mencakup lingkungan cloud publik, pusat data, dan edge. Model ini dianggap penting untuk mengelola sistem lama (legacy), meningkatkan skala secara efisien, dan menangani tugas-tugas yang membutuhkan sumber daya besar seperti pelatihan dan penerapan model AI.
Perkembangan Pengadopsian AI
Meskipun banyak perusahaan memiliki ambisi besar dalam pengadopsian AI, masih banyak yang mengalami kesulitan dalam memanfaatkan potensi transformasi yang sesungguhnya. Hanya 26% perusahaan yang telah mengadopsi AI sepenuhnya di dalam operasi inti mereka, sedangkan hampir separuh organisasi (48%) masih berada di tahap awal eksperimen AI.
“Bagi anggota kami, kenyataannya jelas, AI hanya bisa memberikan potensi penuhnya ketika kedaulatan data, privasi, dan kepercayaan bisa dijamin,” kata Gary Wright, managing director, Finextra Research.
Faktor Kunci Kesuksesan AI Hybrid
Menurut laporan tersebut, inovasi AI hanya dapat berhasil jika dibangun di atas fondasi tata kelola data dan keamanan yang terpercaya dan terpadu. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan harus fokus pada pengelolaan data yang baik, termasuk memastikan bahwa data dapat diakses dengan aman di mana pun.
Beberapa faktor yang diperlukan untuk sukses dalam penerapan AI hybrid antara lain:
- Platform Data dan AI Terpadu: Perusahaan perlu memiliki sistem yang mampu mengelola data dari berbagai sumber dan lingkungan.
- Keamanan Data: Memastikan bahwa data tetap aman dan tidak rentan terhadap ancaman.
- Kepatuhan Regulasi: Memenuhi aturan dan regulasi yang berlaku dalam industri jasa keuangan.
- Kolaborasi Antar Departemen: Membangun komunikasi yang baik antar tim untuk memastikan integrasi yang optimal.
Kesimpulan
Penerapan AI hybrid kini menjadi salah satu strategi utama dalam industri jasa keuangan. Meskipun ada tantangan yang dihadapi, seperti data silos dan keamanan, pendekatan ini menawarkan solusi yang efektif untuk mengelola sistem lama dan meningkatkan skalabilitas. Dengan investasi yang tepat dan strategi yang terencana, perusahaan dapat memaksimalkan potensi AI dan mencapai transformasi digital yang berkelanjutan.
