Pujian Menteri Keuangan terhadap Percepatan Kinerja Bea Cukai
Setelah beberapa waktu lalu mengkritik kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya menyampaikan apresiasi terhadap perbaikan yang dilakukan institusi tersebut. Ia mengakui bahwa ada peningkatan signifikan dalam pelayanan yang diberikan oleh DJBC, khususnya dalam hal pengembangan teknologi untuk memperkuat pengawasan impor.
Purbaya menilai bahwa para pegawai DJBC memiliki kapasitas dan kecerdasan yang mumpuni. Namun, ia menegaskan bahwa potensi tersebut baru benar-benar terlihat ketika diiringi dengan tekanan, kritik, dan pengawasan ketat. Dalam pernyataannya yang lugas, ia menyebut bahwa Bea Cukai memang perlu “digebuk-gebuk” agar bergerak lebih cepat.
Teknologi Canggih yang Dihasilkan Sendiri
Purbaya mengaku sempat tidak percaya ketika mengetahui bahwa Bea Cukai mampu menghadirkan sistem pemeriksaan berbasis teknologi canggih hanya dalam waktu dua pekan. Ia bahkan awalnya mengira sistem tersebut merupakan produk yang dibeli dari pihak luar. Namun, setelah mengetahui bahwa sistem tersebut dikembangkan sendiri oleh Bea Cukai, ia merasa bangga.
Sistem yang dimaksud adalah teknologi pemindai peti kemas (X-Ray) yang terintegrasi dengan aplikasi Trade AI. Teknologi ini dirancang untuk menekan praktik underinvoicing serta berbagai bentuk kecurangan lainnya dalam aktivitas impor.
Pemindai Kontainer hingga Deteksi Nuklir
Sebagai informasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah meresmikan penggunaan alat pemindai peti kemas (X-Ray) di Pelabuhan Tanjung Priok. Teknologi ini tidak hanya berfungsi untuk pemeriksaan visual, tetapi juga dilengkapi kemampuan mendeteksi bahan nuklir dan zat radioaktif di dalam kontainer. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pengawasan Bea Cukai yang semakin mengandalkan teknologi mutakhir.
Trade AI sebagai Senjata Baru Lawan Kecurangan
Selain pemindai peti kemas, Bea Cukai juga mulai memperkenalkan Trade AI, sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk menganalisis aktivitas impor secara lebih presisi. Teknologi ini diproyeksikan mampu mendeteksi manipulasi nilai transaksi, seperti praktik underinvoicing dan overinvoicing, serta memantau potensi pencucian uang berbasis perdagangan.
Integrasi dengan CEISA 4.0
Ke depan, Trade AI akan dilengkapi dengan berbagai kemampuan lanjutan, mulai dari klasifikasi barang, validasi dokumen, verifikasi asal barang, hingga rekomendasi profil risiko importir. Seluruh sistem tersebut akan terintegrasi dengan CEISA 4.0.
Selain itu, Bea Cukai juga mengembangkan pelaporan mandiri berbasis aplikasi CEISA 4.0 Mobile melalui fitur Self Service Report Mobile (SSR-Mobile). Fitur ini sebelumnya telah diresmikan di PT Multistrada Arah Sarana, Cikarang, pada Selasa (09/12/2025).
Transformasi Bea Cukai Menunjukkan Potensi yang Besar
Pujian Purbaya kali ini menjadi sinyal bahwa tekanan keras yang sebelumnya dilontarkan berbuah hasil. Transformasi Bea Cukai, menurutnya, membuktikan bahwa dengan pengawasan dan dorongan yang tepat, kapasitas aparatur negara mampu bergerak cepat dan menghasilkan lompatan besar.



