Beranda Berita Angka HIV-AIDS Meningkat, KPA Dorong Pembentukan Komisi AIDS di Mimika

Angka HIV-AIDS Meningkat, KPA Dorong Pembentukan Komisi AIDS di Mimika

0
146

Penyebaran HIV-AIDS di Kabupaten Mimika Meningkat, Pemkab Diminta Segera Bentuk KPA

Kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus mengalami peningkatan yang signifikan. Data yang dirilis oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua Tengah menunjukkan bahwa hingga saat ini, terdapat sebanyak 8.251 kasus terkonfirmasi di wilayah tersebut. Angka ini menjadikan Kabupaten Mimika sebagai salah satu daerah dengan jumlah kasus tertinggi di provinsi, berada di posisi kedua setelah kabupaten lainnya.

Menurut Freny Anou, Ketua KPA Papua Tengah, peningkatan kasus ini disebabkan oleh kurangnya keberadaan Komisi Penanggulangan AIDS di tingkat kabupaten. Ia menyatakan bahwa tanpa adanya KPA di Mimika, upaya sosialisasi dan intervensi lapangan tidak dapat dilakukan secara optimal.

“Hanya Dinas Kesehatan yang bekerja, sehingga program penanggulangan HIV dan AIDS tidak bisa mencapai masyarakat secara langsung,” ujar Freny Anou dalam wawancara yang dilakukan di Sekretariat KPA Papua Tengah, Nabire, Selasa (4/11/2025).

Freny menekankan pentingnya pembentukan KPA di tingkat kabupaten agar program penanggulangan dapat dijalankan secara lebih efektif dan menyeluruh. Ia juga menyampaikan bahwa tanpa adanya KPA di Mimika, pihak KPA provinsi kesulitan untuk melakukan intervensi karena sudah terbagi zona kerja dengan kabupaten-kabupaten lain.

Perlu Keberadaan KPA di Tingkat Kabupaten

Ketua KPA Papua Tengah menegaskan bahwa sejumlah kabupaten lain di Papua Tengah telah memiliki KPA yang aktif dalam menangani penyebaran HIV dan AIDS. Namun, hal ini belum terwujud di Kabupaten Mimika, yang menjadi perhatian serius bagi pihaknya.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika segera membentuk KPA guna meningkatkan efektivitas penanggulangan HIV dan AIDS. Menurutnya, KPA akan memainkan peran penting dalam mengidentifikasi sumber risiko dan memberikan layanan konseling serta pengobatan kepada masyarakat.

Selain itu, Freny juga menyoroti area hiburan dan pusat keramaian sebagai salah satu faktor risiko penularan HIV dan AIDS. Ia menilai bahwa keberadaan KPA di Mimika sangat diperlukan untuk memastikan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Langkah yang Harus Diambil

Beberapa langkah penting yang perlu diambil oleh Pemkab Mimika antara lain:

  • Membentuk KPA secepatnya – KPA akan menjadi badan yang bertanggung jawab atas seluruh program penanggulangan HIV dan AIDS di tingkat kabupaten.
  • Meningkatkan sosialisasi dan edukasi – Melalui KPA, masyarakat dapat diberikan informasi yang cukup tentang bahaya HIV dan cara pencegahan.
  • Melakukan intervensi lapangan – KPA akan memastikan bahwa layanan kesehatan dan konseling tersedia di tempat-tempat yang rawan penyebaran HIV, seperti area hiburan dan pasar.

Dengan adanya KPA di Mimika, diharapkan penyebaran HIV dan AIDS dapat dikendalikan dan angka kasus dapat diminimalkan. Hal ini juga akan membantu masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya hidup sehat dan menjaga kesehatan reproduksi.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini