Beranda Berita AsistenGuru.id: Ringankan Beban Administrasi Guru

AsistenGuru.id: Ringankan Beban Administrasi Guru

0
29

Peluncuran Platform AI untuk Pendidikan Anak Usia Dini

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Pendidikan (Pusrisdik BRIN) baru-baru ini meluncurkan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama asistenguru.id. Peluncuran ini dilakukan dalam acara refleksi akhir tahun yang digelar di gedung Widya Graha, Jakarta. Selain memperkenalkan platform tersebut, acara ini juga menjadi ajang pembahasan mengenai diseminasi hasil riset Pusrisdik BRIN sepanjang 2025.

Dalam acara tersebut, hadir pula narasumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang memberikan wawasan tentang tantangan dan peluang dalam dunia pendidikan. Salah satu peneliti Pusrisdik BRIN, Syahrul Ramadhan, menjelaskan bahwa platform asistenguru.id dikembangkan berdasarkan riset lapangan. Tujuannya adalah untuk meringankan beban administratif guru, sehingga mereka dapat lebih fokus pada substansi pembelajaran.

Bantuan bagi Guru dalam Pembelajaran

Platform berbasis AI ini dirancang agar bisa membantu tenaga pendidik dalam menyusun administrasi, perencanaan pembelajaran, serta asesmen secara lebih efisien. Syahrul menekankan bahwa platform ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai alat pendukung. Ia menjelaskan bahwa asistenguru.id khusus ditujukan untuk mendukung pembelajaran pendidikan anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia.

Menurut Syahrul, PAUD memiliki peran penting sebagai fondasi awal pembelajaran anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. PAUD menjadi pintu kesiapan belajar anak serta membentuk kemampuan kognitif dan sosial. Oleh karena itu, penguatan PAUD sangat penting untuk menjamin kualitas pendidikan nasional.

Meningkatkan Mutu Pembelajaran Teknis

Pemanfaatan teknologi, khususnya AI, diharapkan mampu mendukung dunia pendidikan, terutama dalam membentuk aspek teknis pembelajaran. Dalam sesi diskusi pertama, tema yang dibahas adalah “Memperkuat Mutu PAUD melalui Refleksi Hasil Penelitian dan Arah Kebijakan Nasional”.

Di sesi ini, Kemendikdasmen menyampaikan data bahwa sekitar 18 ribu desa di Indonesia belum memiliki satuan PAUD. Hal ini menyebabkan jutaan anak usia dini belum mendapatkan layanan pendidikan dasar yang layak. Ketua Tim Pembelajaran dan Penilaian Direktorat PAUD Kemendikdasmen, Mareta Wahyuni, menjelaskan bahwa lemahnya fondasi PAUD akan berdampak panjang. Selain keterbatasan akses, mutu PAUD juga menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.

Data menunjukkan bahwa sekitar 54,8 persen satuan PAUD masih terakreditasi minimal B. Hanya 34 persen yang dinilai cakap membangun kemampuan fondasional anak. Melalui refleksi akhir tahun ini, BRIN menekankan pentingnya penguatan PAUD sebagai fondasi pendidikan nasional.

Peran Teknologi dalam Pendidikan

BRIN menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi, khususnya AI, harus selaras dengan pemerataan akses, peningkatan mutu guru, dan penguatan kebijakan. Dengan demikian, pembangunan pendidikan dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan. Platform asistenguru.id menjadi salah satu inisiatif BRIN untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih efisien dan berorientasi pada kebutuhan nyata guru dan siswa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini