NasionalBahas Iran vs Israel, Sri Mulyani Gelar Rapat Kemenkeu

Bahas Iran vs Israel, Sri Mulyani Gelar Rapat Kemenkeu

Ads

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani memimpin rapat pada Minggu malam untuk membahas dampak perang antara Iran dan Israel terhadap Indonesia. Informasi tersebut terungkap melalui unggahan akun Instagram resminya @smindrawati.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan para pejabat eselon satu terkait. Sri Mulyani menjelaskan bahwa situasi ekonomi dan keuangan global, serta ketegangan geopolitik yang tinggi, sedang bergerak cepat dan dinamis. Dia menekankan bahwa kondisi ini memengaruhi berbagai indikator ekonomi yang harus diantisipasi dan diwaspadai.

“Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap menjadi instrumen penting dalam menghadapi gejolak dan dinamika global serta nasional,” ujar Sri Mulyani.

Selain membahas dampak langsung perang tersebut, rapat juga menyinggung persiapan pertemuan G2 serta Spring Meeting IMF-World Bank.

- Advertisement -

Sebelumnya, Iran melancarkan serangan dengan menembakkan 300 rudal dan drone pada Sabtu malam waktu setempat. Serangan ini merupakan pembalasan terbaru Iran atas serangan yang terjadi pada 1 April terhadap Kedutaan Iran di Suriah.

Israel mengidentifikasi sekitar 300 ancaman dari berbagai jenis dan berhasil menghilangkan 99% dari mereka sebelum mencapai wilayah Israel,” kata juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Laksamana Muda Daniel Hagar, seperti dilansir oleh CNBC International.

Selain Iran, faksi-faksi pro-Iran di berbagai negara juga terlibat dalam serangan ini. Di antaranya adalah kelompok pejuang Palestina, Hamas, kelompok Hizbullah di Lebanon, kelompok Houthi di Yaman, dan pemerintah Suriah rezim Presiden Bashar Al-Assad.

“Beberapa peluncuran juga dilakukan terhadap Israel dari Irak, Yaman, dan Lebanon,” tegas IDF.

Meskipun militer Iran mengonfirmasi serangan tersebut, namun Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, mengungkapkan bahwa operasi Teheran saat ini “tidak akan melibatkan tindakan lebih lanjut”.

“Momen ini, Republik Islam Iran tidak memiliki niat untuk melanjutkan operasi pertahanan, tetapi jika diperlukan, kami tidak akan ragu untuk melindungi kepentingan yang sah terhadap agresi baru,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, melalui media sosial.

Ads

Ikuti berita dan informasi terbaru Reformasi.co.id di Google News.

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini