Beranda Berita Camat Panawangan Ciamis Lawan Sutanting dengan Strategi Catur Giat

Camat Panawangan Ciamis Lawan Sutanting dengan Strategi Catur Giat

0
131

Strategi Baru untuk Mengurangi Angka Stunting di Kecamatan Panawangan

Di tengah upaya menekan angka stunting di Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, kini muncul strategi baru yang diberi nama “Giat Catur Beriring”. Program ini mengedepankan pendekatan cepat dan langsung ke lapangan. Camat Panawangan, Kusdinar, memimpin gerakan ini dengan melibatkan seluruh jajarannya, bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Panawangan dan UPTD Puskesmas Gardujaya.

Sejak awal Oktober 2025, tim secara rutin menyalurkan bantuan makanan bergizi seperti daging ayam, telur, dan susu kepada keluarga sasaran. Kusdinar menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar program, tapi panggilan kemanusiaan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan para kepala UPTD dan aparat desa agar turun langsung menggerakkan masyarakat, khususnya ibu hamil dan keluarga balita, untuk aktif datang ke posyandu.

Dua hal menjadi fokus utama: sosialisasi massif pentingnya intervensi serentak dan pengawasan kehadiran ibu hamil serta balita dalam pemantauan pertumbuhan. Langkah ini sejalan dengan arahan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, yang menargetkan 100% cakupan pemantauan tumbuh kembang balita dan ibu hamil.

Berdasarkan data dua puskesmas setempat, tercatat masih ada 70 anak stunting di Kecamatan Panawangan periode 2024–2025, angka yang dinilai perlu segera ditekan. Kusdinar menyampaikan bahwa posyandu bukan sekadar tempat timbang bayi, tapi ruang harapan bagi anak-anak agar tumbuh sehat, ibu hamil mendapat perhatian, dan remaja putri terhindar dari anemia.

Peran Pemerintah Desa

Kusdinar juga menekankan pentingnya peran pemerintah desa. Ia menegaskan bahwa jika masih ada anak stunting di desanya, berarti ada fungsi pelayanan dasar yang belum berjalan. Semua harus bergerak serentak, tidak boleh ada yang diam. Sejak digulirkannya “Giat Catur Beriring”, sejumlah desa mulai menunjukkan perubahan.

Misalnya, Desa Indargiri menggelar pengumuman keliling menggunakan pengeras suara masjid untuk mengajak warga datang ke posyandu. Sementara itu, kader-kader posyandu yang sebelumnya pasif kini kembali aktif memberikan pelayanan. Intervensi pun diperluas hingga ke remaja putri melalui pembagian tablet tambah darah dan skrining kesehatan di sekolah, sebagai langkah pencegahan anemia sejak dini.

Gerakan Kolektif untuk Mengubah Pandangan

Gerakan kolektif ini diharapkan mampu mengubah pandangan bahwa stunting adalah “kutukan kemiskinan” menjadi bukti kolaborasi bersama melawan ketimpangan gizi. Kusdinar menegaskan bahwa perang melawan stunting bukan kerja satu orang atau satu dinas. Ini kerja seluruh elemen masyarakat. Di Panawangan, ia menyatakan bahwa pihaknya sudah memulai langkah itu.

Inovasi dan Keterlibatan Masyarakat

Selain itu, program ini juga melibatkan inovasi dalam komunikasi dan edukasi masyarakat. Dengan adanya pengumuman keliling dan partisipasi aktif kader posyandu, masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemantauan kesehatan anak dan ibu hamil. Hal ini menciptakan lingkungan yang lebih responsif dan proaktif terhadap isu stunting.

Beberapa desa bahkan mulai memanfaatkan media sosial dan platform lokal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Melalui kampanye digital, informasi tentang manfaat posyandu dan pentingnya pola makan bergizi disebarkan lebih luas.

Tantangan dan Harapan

Meskipun telah terjadi perubahan positif, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah mengubah perilaku masyarakat yang terbiasa dengan kebiasaan lama. Untuk itu, diperlukan pendekatan yang lebih personal dan kontinu. Kusdinar menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap langkah yang dilakukan.

Pemerintah daerah dan lembaga kesehatan terus berkoordinasi untuk memastikan semua program berjalan efektif. Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan angka stunting di Kecamatan Panawangan dapat terus menurun dan akhirnya bisa dikurangi secara signifikan.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini