Beranda Berita Cinta Laura: Sawit Sebagai Karunia, Mengapa Hanya Segelintir yang Nikmati?

Cinta Laura: Sawit Sebagai Karunia, Mengapa Hanya Segelintir yang Nikmati?

0
65

Kritik Cinta Laura Kiehl terhadap Krisis Lingkungan di Sumatera

Aktris ternama Cinta Laura Kiehl mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi yang terjadi di wilayah Sumatera akibat bencana banjir dan tanah longsor. Dalam pernyataan terbarunya, ia menyoroti ketimpangan antara narasi tentang kekayaan sumber daya alam, khususnya kelapa sawit, dengan realitas penderitaan masyarakat kecil yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan.

Cinta menyayangkan sikap sebagian pihak yang dinilainya tidak peka terhadap krisis yang sedang berlangsung. Menurutnya, saat rakyat sedang berjuang melawan bencana, justru muncul narasi yang memuja industri ekstraktif. Ia mengkritik bagaimana narasi tersebut justru menjadi bentuk penghormatan terhadap sektor-sektor yang merusak lingkungan.

“Apa mereka yang hidup jauh dari realita rakyat sudah terlalu lama enggak ngerasain tanah dan udara yang jadi kenyataan sehari-hari bagi kita ya? Sampai-sampai saat rakyat tenggelam, yang keluar bukan empati, tapi kalimat manis tentang ‘karunia sawit’,” ujar Cinta dalam video yang diunggah di Instagramnya, Rabu (10/12/2025).

Ia mempertanyakan klaim “karunia” terhadap komoditas seperti sawit jika pada kenyataannya manfaat ekonomi tidak dirasakan secara merata, sementara dampak kerusakannya justru harus ditanggung oleh masyarakat luas. Cinta menegaskan bahwa keuntungan besar hanya dinikmati oleh pemilik modal, sedangkan rakyat kecil, termasuk pekerja lapangan, hanya mendapatkan sisa-sisa dampak buruknya.

“Pemilik modal tentu dapat margin, middleman dapat insentif. Tapi gimana dengan pekerja lapangan dan rakyat kecil lainnya? Mereka yang selalu nanggung harga termahal, menghirup asap, menerima upah minimum, dan tinggal di wilayah rawan bencana,” tuturnya.

Lebih lanjut, Cinta menekankan bahwa bencana banjir yang terjadi saat ini tidak bisa dianggap sekadar takdir atau faktor alam semata. Ia menyebut bencana ini adalah konsekuensi dari eksploitasi alam yang berlebihan, seperti penebangan hutan dan pengerukan tanah.

“Banjir ini bukan kutukan langit. Ini hasil dari pilihan manusia. Hutan yang ditebang, tanah yang dikeruk, air yang dicemari,” kata Cinta.

Dalam kesempatan itu, Cinta juga mendesak para pemegang kekuasaan untuk tidak hanya memberikan retorika, melainkan kebijakan nyata yang berpihak pada keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa tindakan nyata sangat penting untuk menghentikan kerusakan yang terus berlanjut.

“Turun ke lapangan, mikul beras, salam-salaman dengan warga, semua orang bisa ngelakuin itu. Tapi enggak semua orang punya otoritas untuk bikin kebijakan publik yang bisa menghentikan kerusakan ini. Hanya yang berkuasa yang bisa,” ujarnya.

Pemahaman Terhadap Isu Lingkungan dan Ekonomi

Cinta Laura Kiehl menyoroti pentingnya pemahaman yang lebih dalam tentang isu lingkungan dan ekonomi. Ia menilai bahwa kebijakan yang diambil sering kali tidak mencerminkan realitas yang dialami oleh masyarakat. Hal ini membuat masalah lingkungan semakin memburuk dan berdampak langsung kepada kehidupan rakyat.

  • Dalam konteks ekonomi, ia menyoroti ketidakadilan distribusi keuntungan.
  • Di sisi lain, dampak lingkungan seperti kerusakan hutan dan pencemaran air terus meningkat.
  • Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana sering kali menjadi korban utama dari kebijakan yang tidak berkelanjutan.

Langkah yang Diperlukan

Untuk mengatasi masalah ini, Cinta menyarankan adanya langkah-langkah konkret yang dilakukan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan. Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:

  • Penegakan regulasi yang ketat terhadap industri ekstraktif.
  • Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan lingkungan.
  • Pengembangan kebijakan yang berfokus pada keberlanjutan dan kesejahteraan rakyat.

Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan, sehingga masyarakat tidak lagi menjadi korban dari eksploitasi alam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini