Beranda Berita Dana Haji Diubah Jadi Aset Ekonomi Melalui Wakaf Pohon BPKH

Dana Haji Diubah Jadi Aset Ekonomi Melalui Wakaf Pohon BPKH

0
33



YOGYAKARTA, Reformasi.co.id

— Dana haji tidak hanya digunakan untuk kebutuhan ibadah, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menanam ratusan bibit pohon melalui Program Wakaf Pohon di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (21/12/2025).

Program ini menjadi bagian dari upaya BPKH dalam mengoptimalkan nilai manfaat dana haji melalui kegiatan kemaslahatan umat yang berorientasi jangka panjang. Tujuannya adalah untuk memperkuat ekosistem dan memberdayakan masyarakat secara ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, BPKH menyalurkan 712 bibit pohon yang terdiri atas berbagai jenis produktif dan konservasi, seperti alpukat, durian, gayam, nangka, aren, kelapa, dan bambu. Bibit-bibit tersebut ditanam di wilayah Gunung Kidul dengan tujuan menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memberi potensi hasil ekonomi bagi warga di masa mendatang.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati menyampaikan bahwa program di Gunung Kidul merupakan kelanjutan dari agenda penghijauan nasional yang sebelumnya telah dijalankan di sejumlah daerah.

“Sebelumnya, program serupa telah sukses dilaksanakan di Sumatera Barat dengan 1.100 bibit, Bogor 2.500 bibit, serta Majalengka 1.000 bibit. Kehadiran kami di Gunung Kidul hari ini adalah bentuk konsistensi BPKH dalam menjaga amanah jemaah untuk memberi manfaat bagi bumi dan sesama,” ujar Sulistyowati melalui keterangan pers, Senin (22/12/2025).

Selain fungsi ekologis, pohon-pohon tersebut juga diproyeksikan menjadi sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat sekitar. Aspek produktivitas jangka panjang menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pemilihan jenis tanaman.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander menuturkan, wakaf pohon dirancang tidak hanya sebagai upaya pelestarian alam, tetapi juga aset ekonomi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Kami berharap pohon-pohon ini tidak hanya menjadi penyerap karbon dan penguat daerah tangkapan air guna mencegah bencana, tetapi juga menjadi aset produktif yang mampu menghasilkan income bagi masyarakat sekitar,” kata Harry.

Pelaksanaan program di Gunung Kidul dilakukan melalui kerja sama dengan PP Muhammadiyah. Penanaman dilakukan di atas tanah wakaf milik Muhammadiyah, dengan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah sebagai penerima manfaat utama.

Perawatan dan pemeliharaan bibit akan dikelola oleh Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah setempat agar program berjalan berkelanjutan.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Azrul Tanjung mengapresiasi kolaborasi tersebut dan menilai program wakaf pohon sebagai bentuk amal jariyah bagi jemaah haji.

“Melalui BPKH, program wakaf ini menjadi amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir bagi para jemaah haji Indonesia seiring dengan tumbuhnya pohon-pohon ini,” ujarnya.

Melalui program ini, BPKH berharap pengelolaan dana haji dapat terus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di berbagai daerah.

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan dari Wakaf Pohon

  • Peningkatan Kualitas Lingkungan
  • Penanaman pohon membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah bencana alam seperti banjir dan erosi.
  • Pohon juga berfungsi sebagai penyerap karbon yang sangat penting dalam mengurangi polusi udara.

  • Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

  • Jenis pohon yang ditanam seperti alpukat dan durian memiliki potensi hasil ekonomi yang tinggi.
  • Warga sekitar bisa memanfaatkan hasil panen sebagai tambahan penghasilan.

  • Keterlibatan Masyarakat Lokal

  • Perawatan dan pemeliharaan bibit pohon dilakukan oleh Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah setempat.
  • Hal ini memastikan program berjalan secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat dalam proses pengelolaan.

Kolaborasi yang Berkelanjutan

  • Kerja Sama dengan PP Muhammadiyah
  • Penanaman pohon dilakukan di atas tanah wakaf milik Muhammadiyah.
  • Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah menjadi penerima manfaat utama dari program ini.

  • Keberlanjutan Program

  • Dengan perawatan yang dilakukan oleh organisasi lokal, program ini diharapkan bisa berjalan selama bertahun-tahun.
  • Ini juga menjadi contoh kerja sama antara lembaga keuangan haji dan organisasi masyarakat dalam menjalankan proyek sosial.

Harapan BPKH untuk Masa Depan

  • Meningkatkan Nilai Manfaat Dana Haji
  • BPKH terus berupaya mengoptimalkan dana haji agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
  • Program wakaf pohon menjadi salah satu bentuk inovasi dalam pemanfaatan dana haji.

  • Menjaga Kelestarian Lingkungan

  • Dengan penanaman pohon, BPKH berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan di berbagai daerah.
  • Proyek ini juga menjadi bentuk tanggung jawab sosial lembaga keuangan haji.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini