Beranda Berita Deflasi Beras Tekan Inflasi Oktober 2025, Mentan Amran: Kinerja Sinergi Lintas Sektor

Deflasi Beras Tekan Inflasi Oktober 2025, Mentan Amran: Kinerja Sinergi Lintas Sektor

0
98

Kinerja Sinergi Lintas Sektor dalam Menjaga Stabilitas Harga Pangan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa deflasi beras yang terjadi pada Oktober 2025 adalah hasil nyata dari kerja sama lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional. Ia menekankan bahwa penurunan harga beras di berbagai provinsi bukan hanya sekadar angka statistik, tetapi juga bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait berjalan efektif.

“Tujuan kami adalah menurunkan harga agar masyarakat merasa bahagia, dan itu sudah tercapai. Namun, kami tidak berhenti di sini. Kami membentuk tim pengawal harga di setiap kabupaten untuk memastikan stabilitas harga beras,” ujar Amran dalam rilis pers.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa secara umum terjadi inflasi sebesar 0,28 persen pada Oktober 2025. Namun, komoditas beras justru mengalami deflasi sebesar 0,27 persen secara bulanan (month to month/mtm). Hal ini berbeda dengan tren dua tahun terakhir, di mana harga beras meningkat pada Oktober 2022 dan 2023.

Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa deflasi beras pada Oktober 2025 lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya, menunjukkan penurunan harga yang semakin signifikan di berbagai daerah. Secara nasional, 23 provinsi mengalami deflasi beras, tiga provinsi mencatat harga yang relatif stabil, dan 12 provinsi lainnya masih mengalami inflasi beras. Penurunan harga terjadi di hampir seluruh rantai perdagangan — dari penggilingan, grosir, hingga eceran.

Rata-rata harga beras di penggilingan turun 0,54 persen dibanding bulan sebelumnya. Untuk beras premium, penurunan mencapai 0,71 persen, sedangkan beras medium turun 0,46 persen. Di tingkat grosir, beras mengalami deflasi 0,18 persen, dan di tingkat eceran turun 0,27 persen mtm.

Selain beras, sejumlah komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga berkontribusi terhadap deflasi Oktober 2025. Di antaranya bawang merah dan cabai rawit yang masing-masing menyumbang deflasi 0,03 persen, serta tomat sebesar 0,02 persen.

Menurut Pudji, penurunan harga beras yang terjadi secara luas menjadi faktor penting dalam meredam tekanan inflasi nasional menjelang akhir tahun.

Hasil Kerja Kolektif Berbagai Pihak

Mentan Amran menambahkan bahwa keberhasilan menekan harga beras merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak. Ia menyebut, tim pengawal harga yang dibentuk Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar.

“Operasi pasar tidak akan berhenti, bahkan saat panen raya nanti kami akan salurkan beras stabilitasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ke daerah-daerah pegunungan yang bukan sentra produksi,” kata Amran.

Ia optimistis, langkah tersebut akan memperkuat ketahanan pangan nasional dan membawa Indonesia semakin dekat pada kemandirian pangan.

“Ini adalah keberhasilan kita semua, bukan hanya Kementerian Pertanian, tapi seluruh anak bangsa — dari Presiden, petani, hingga wartawan yang terus mengawal,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini