Beranda Berita Dibangun Era Gibran, RS Jantung Emirates-Indonesia di Solo Siap Beroperasi

Dibangun Era Gibran, RS Jantung Emirates-Indonesia di Solo Siap Beroperasi

0
175

Pembangunan Rumah Sakit Kardiologi Emirates–Indonesia di Solo Masuk Tahap Akhir

Pembangunan Rumah Sakit Kardiologi Emirates–Indonesia di Kota Solo, Jawa Tengah, telah memasuki tahap akhir dan siap untuk diresmikan. Fasilitas kesehatan yang dibiayai oleh Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) ini akan menjadi salah satu rumah sakit jantung terlengkap di wilayah Jawa Tengah.

Rumah sakit berkapasitas 130 kamar ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti ICU, PICU, IGD, cath lab, hingga ruang operasi. Selain itu, terdapat juga ruang konsultasi, observasi monitoring, treadmill, prosedur jantung dan neurologi, serta kamar VIP dan perawatan umum.

Pengelolaan sementara dari rumah sakit ini saat ini masih berada di bawah Kementerian Kesehatan. Untuk menjalankan operasional, pihak Kemenkes menunjuk Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta sebagai operator sementara.

Menurut Wali Kota Solo, Respati Ardi, pengoperasian rumah sakit ini akan dilakukan melalui mekanisme yang terstruktur. “Sudah menerima pasien karena Sardjito kan pasiennya membludak, nah ini kita alhamdulillah dapat limpahan dari pasien Jogja. Terbuka untuk umum, bisa BPJS Kesehatan dengan mekanisme step by step dari Puskesmas ke rumah sakit,” ujarnya.

Selain itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga turun langsung meninjau progres pembangunan rumah sakit tersebut. Menkes menegaskan bahwa dokter spesialis jantung harus fokus bertugas di satu tempat agar layanan kesehatan tetap optimal.

“Karena saya nggak mau dokter baru dokter yang nggak pengalaman dan praktiknya di banyak tempat,” tutur Budi Gunadi Sadikin.

Ia juga menyebut pemindahan dokter dan alat dari RSUP Dr. Sardjito menjadi langkah tercepat agar rumah sakit segera beroperasi. “Target beroperasi harusnya dari sisi infrastruktur 1 bulan paling lama,” jelas Budi Gunadi Sadikin.

Dukungan SDM untuk Operasional Rumah Sakit

Pemkot Solo juga telah menyiapkan dukungan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung operasional rumah sakit. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Solo, Dwi Ariyatno, mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengirim 17 tenaga kesehatan untuk mendukung operasional.

“Sampai dengan besok operasional berjalan dari unsur kita ada 17,” ujarnya. Sebanyak tujuh di antaranya sudah siap bertugas, sementara 10 perawat lain masih membutuhkan pelatihan khusus perawatan jantung.

Selain itu, proses rekrutmen tenaga eksternal juga dibuka untuk memenuhi kebutuhan sekitar 300 tenaga medis dan penunjang dalam dua tahun ke depan. “Beberapa personil sudah kita siapkan. Kekurangannya kita penuhi dari proses perekrutan,” jelas Dwi.

Proyek Hibah dari Pemerintah UEA

Rumah sakit ini dibangun dengan dana hibah hampir USD 25 juta atau sekitar Rp417,3 miliar dari Pemerintah Uni Emirat Arab—proyek yang dimulai ketika Gibran Rakabuming Raka masih menjabat Wali Kota Solo.

Peluncuran awal dan serah terima fasilitas berlangsung pada 29 September 2024, disaksikan perwakilan kedua negara. Fasilitas tersebut digadang menjadi simbol kerja sama strategis Indonesia–UEA di bidang kesehatan.

Menteri dan pejabat terkait berharap keberadaan rumah sakit ini memperluas akses layanan kardiologi modern di Jawa Tengah dan mengurangi beban perjalanan pasien yang memerlukan penanganan jantung khusus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini