Sumber Pencemar Sungai di Jakarta Terbukti Banyak Datang dari Sektor Domestik
Hasil pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Jakarta menunjukkan bahwa sumber pencemar terbesar di sungai-sungai kota berasal dari sektor domestik. Penelitian ini dilakukan bersama dengan Lembaga Teknologi Universitas Indonesia, dan hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas rumah tangga serta usaha kecil dan menengah menjadi penyumbang utama polusi air.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa sebagian besar limbah yang mencemari sungai berasal dari aktivitas harian masyarakat seperti mencuci piring, mandi, atau kegiatan memasak. Air buangan dari tempat-tempat makan sering kali dibuang langsung ke saluran tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Selain itu, tumpukan sampah di pinggir sungai juga menjadi salah satu faktor utama pencemaran.
Selain dari rumah tangga, beberapa sektor usaha lain seperti bengkel, laundry, rumah makan, percetakan, hingga rumah potong hewan juga turut berkontribusi dalam pencemaran. Sayangnya, banyak pelaku usaha di bidang-bidang tersebut belum memiliki sistem pengelolaan air limbah yang memadai. Hal ini menyebabkan limbah yang mereka hasilkan tidak dikelola secara benar dan berdampak buruk pada lingkungan sekitarnya.
Data yang dirilis oleh Dinas Lingkungan Hidup Jakarta menunjukkan bahwa selama empat tahun terakhir, mutu air sungai di Jakarta masih dominan tercemar berat. Angka ini berkisar antara 36 persen hingga 71 persen. Pemerintah provinsi menyadari bahwa perlu adanya intervensi untuk mengelola limbah baik dari segi domestik maupun industri, serta meningkatkan tata kelola lingkungan secara keseluruhan.
Untuk menangani masalah ini, pemerintah provinsi saat ini sedang meluncurkan program Eco Act yang ditujukan bagi pelaku usaha kuliner dan sektor lainnya. Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti sosialisasi peraturan lingkungan, bimbingan teknis, hingga konsultasi dalam penerapan sistem pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Namun, Asep menekankan bahwa upaya-upaya ini akan lebih efektif jika didukung oleh kesadaran masyarakat.
Upaya Pemerintah dalam Mengelola Limbah Domestik
Dalam rangka penanganan limbah domestik, pemerintah provinsi sedang membangun dan mengoperasikan puluhan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik. Selain itu, pihaknya juga sedang merevitalisasi tangki septik di kawasan padat penduduk agar dapat bekerja secara optimal. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan limbah rumah tangga tidak terbuang sembarangan dan bisa dikelola dengan lebih baik.
Selain itu, pemerintah juga sedang mempersiapkan infrastruktur pengelolaan limbah skala besar melalui Jakarta Sewerage System. Proyek ini telah masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional dan ditargetkan mampu mencakup 80 persen wilayah Jakarta. Dengan sistem ini, konsentrasi pencemar di sungai diharapkan bisa turun hingga 70 persen.
Asep optimis bahwa langkah-langkah yang dilakukan ini akan membantu mengembalikan fungsi sungai Jakarta agar kembali sehat. Ia berharap, dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kualitas air sungai di Jakarta dapat ditingkatkan secara signifikan.



