Dityerang Pribadi, Natalia Rusli Minta Pengacara Francisco Cek Kesehatan Sebelum Lawan Dirinya

0
138

Kasus Proyek Fiktif di NTT: Komentar Natalia Rusli Terkait Penyerangan Pribadi

Seorang wanita bernama Yusinta Ningsih Nenobahan diduga terlibat dalam proyek fiktif senilai Rp 7 miliar di Nusa Tenggara Timur, yang mengatasnamakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Namun, kasus ini kini berubah menjadi perdebatan antara kuasa hukum Yusinta, Fransisco Bernando Bessi, dan pihak pelapor, Natalia Rusli.

Fransisco dilaporkan melakukan penyerangan secara pribadi terhadap Natalia Rusli. Hal ini menimbulkan reaksi dari Natalia, yang menilai tindakan tersebut tidak relevan dengan pokok perkara. Ia meminta Fransisco untuk segera memeriksa kesehatannya sebelum melawan dirinya.

“Harusnya dulu cek kesehatan dulu, seperti gula darah, jantung, ginjal, liver, dan lain-lain. Jangan sampai nanti ketika lawan saya jadi komplikasi (sakit). Pengacara yang katanya paling viral se-Indonesia Raya selama 2 tahun, bukan saya yang mati tapi dia yang mati duluan. Jadi kalau mau lawan saya (Natalia Rusli) pikir-pikir dulu pak Fransisco,” ujarnya.

Menurut Natalia, kasus perkara miliar rupiah dipegang oleh pengacara muda di kantornya. Ia hanya fokus pada perkara dengan kerugian triliunan. Oleh karena itu, ia menyarankan kepada Fransisco untuk fokus sepenuhnya pada perkara dan membuktikan bahwa kliennya tidak bersalah, bukan menyerang secara pribadi.

“Dia mengaku pengacara senior tapi kelakuannya seperti anak magang di kantor hukum. Saya pengacara perempuan sangat bangga karena ada pengacara lelaki yang ingin menjatuhkan saya. Senior yang saya maksud bukan ilmunya melainkan jam terbangnya, tapi pengetahuannya sangat minim,” tambahnya.

Natalia juga meminta Fransisco untuk tidak menggunakan strategi pansos dengan menyeret nama dirinya dalam perkara tersebut, karena beda level. Ia menyatakan bahwa perkara laporan terhadap Yusinta ditangani oleh anak buahnya, bukan dirinya sendiri.

“Saya tidak bisa dijatuhkan, sudah terbukti yang mau menjatuhkan saya malah jatuh balik bahkan sudah dijemput (sama Tuhan),” imbuhnya.

Natalia menegaskan bahwa Fransisco sudah dibayar oleh kliennya untuk membela perkara yang sedang berproses, bukan untuk menyerang pribadi dirinya. Ia pun mengibaratkan dirinya sebagai pohon yang banyak buah dan merasa senang jika banyak orang yang ingin menjatuhkan buah tersebut.

“Kalau saya pohon tanpa buah, mana mungkin ada orang yang mau menimpuknya. Berarti saya berbobot dalam keilmuan beracara. Senior-senior yang fokus menjatuhkan saya (di luar perkara), berarti dia levelnya di bawah saya,” ujarnya.

Natalia mempersilahkan Fransisco untuk melawan anak buahnya di kantornya dalam pembuktian perkara di kasus dugaan proyek fiktif yang dilakukan oleh Yusinta Ningsih. Ia menegaskan bahwa Fransisco bukan lawan seimbang bagi dirinya untuk berada di satu arena.

“Kalau sudah menang lawan anak buah saya, baru bicara tentang saya. Jadi tolong fokus ke perkara, kasihan klien anda sudah bayar mahal. Kalau mau coba lawan saya silahkan, pastikan kalian sehat, tidak ada sakit lever, jantung, asam urat, asma dan hipertensi dan lain-lain,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini