Drone Turki Pantau Armada Bantuan Gaza, Tegangan dengan Israel Memuncak

0
154

Turkiye Mengirim Drone untuk Memantau Armada Bantuan ke Gaza

Turkiye telah mengerahkan drone jarak jauh untuk memantau armada internasional yang sedang berlayar menuju Gaza. Armada tersebut bergerak dari arah barat melewati Laut Mediterania pada Senin (29/9/2025), meskipun sebelumnya Israel memberi peringatan agar misi ini dihentikan. Data pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa tiga drone yang lepas landas dari Pangkalan Udara Corlu, Turkiye, telah mengitari armada selama tiga hari terakhir.

Tindakan ini menunjukkan meningkatnya perhatian global terhadap konvoi kapal sipil yang berusaha menembus blokade laut Israel di sekitar Gaza. Meski demikian, alasan penerbangan drone tersebut masih belum jelas. Tidak ada pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, atau badan intelijen Turkiye ketika dimintai konfirmasi.

Armada Sipil Terus Berjalan Meski Diawasi

Armada yang diberi nama Sumud Global membawa anggota parlemen, pengacara, dan aktivis, termasuk Greta Thunberg, aktivis iklim asal Swedia. Pada Senin, armada ini masih berada ratusan mil dari garis pantai Gaza, tetapi semakin dekat dengan zona di mana armada lain pernah dicegat sebelumnya.

Situs pelacakan menunjukkan sekitar 40 kapal berada dalam rombongan tersebut. Armada sempat tertahan beberapa hari di perairan Yunani untuk perbaikan setelah serangan pesawat tak berawak pekan lalu yang merusak sejumlah kapal. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. Penyelenggara menyebut bahwa misi kemanusiaan ini diperkirakan akan mencapai Gaza dalam empat hari ke depan.

Dukungan Militer dari Italia dan Spanyol

Italia dan Spanyol telah mengerahkan kapal angkatan laut untuk berjaga-jaga jika dibutuhkan penyelamatan atau bantuan kemanusiaan. Namun, kedua negara menegaskan tidak akan terlibat secara militer. Penjaga pantai Yunani juga ikut memantau selama armada berada di wilayah penyelamatannya.

Pemerintah Italia pada Minggu memperingatkan bahwa armada tersebut mulai memasuki zona berisiko tinggi. Mereka menawarkan opsi agar bantuan dialihkan ke Siprus untuk kemudian didistribusikan ke Gaza melalui Gereja Katolik Roma. Tawaran itu ditolak oleh penyelenggara armada.

Kekhawatiran atas Respons Israel

Anggota Parlemen Eropa asal Italia, Benedetta Scuderi, menyampaikan kekhawatiran terhadap respons Israel. Ia mengatakan bahwa Israel telah menunjukkan beberapa kali bahwa mereka tidak memiliki batasan, sehingga sangat khawatir dengan apa yang mungkin dilakukan. Scuderi menegaskan bahwa mereka akan melakukan segalanya dengan damai dan tanpa kekerasan.

Israel hingga saat ini belum menanggapi insiden serangan drone yang terjadi pekan lalu. Namun, sebelumnya pihak berwenang Israel menegaskan akan menggunakan segala cara untuk mencegah kapal-kapal itu mencapai Gaza. Menurut mereka, blokade laut sah karena Israel masih memerangi kelompok Hamas.

Peringatan dari Presiden Israel

Surat kabar Italia La Stampa melaporkan bahwa Presiden Israel Isaac Herzog pada Minggu meyakinkan duta besar Italia di Tel Aviv bahwa Israel tidak akan menggunakan kekuatan mematikan terhadap anggota armada. Namun, Reuters belum dapat mengonfirmasi laporan tersebut.

Sejak serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, Israel meluncurkan serangan ke Gaza. Serangan tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang dan membuat 251 orang disandera. Sejak saat itu, lebih dari 65.000 orang di Gaza dilaporkan tewas menurut otoritas kesehatan setempat, sementara jutaan lainnya sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini