Persis Solo Mengirim Ultimatum kepada Mateo Kocijan
Mateo Kocijan, mantan pemain Persib Bandung, kini tengah berada dalam situasi yang cukup rumit setelah tidak kunjung tiba di Solo meski sudah resmi direkrut oleh Persis Solo. Pemain asal Kroasia ini ditunjuk oleh klub pada deadline bursa transfer Super League 2025/2026, yaitu tanggal 31 Agustus 2025 lalu. Namun hingga pertandingan Laskar Sambernyawa memasuki pekan ketujuh, ia belum juga menunjukkan kehadirannya.
Manajemen Persis Solo merasa sangat kesal dengan situasi ini dan akhirnya mengirimkan teguran formal kepada Kocijan. Dalam rilis klub, disebutkan bahwa Kocijan sebelumnya telah melakukan perjalanan menuju Indonesia sebelum pekan ke-5. Namun, dalam perjalanan, ia dikabarkan mengalami insiden di Qatar yang menyebabkan harus dirawat. Setelah itu, ia memilih pulang ke Kroasia untuk menjalani perawatan dan lebih dekat dengan keluarganya.
Kekecewaan Pelatih Persis Solo
Pelatih Persis Solo, Peter de Roo, tampak tidak puas dengan sikap Kocijan. Ia menegaskan bahwa pemain tersebut sudah menandatangani kontrak pada deadline bursa transfer. “Kami sudah punya kesepakatan yang ditandatangani Kocijan saat deadline bursa transfer,” ujar Peter de Roo dalam konferensi pers pasca-laga melawan Arema FC.
Ia mengatakan bahwa pihak klub percaya Kocijan sedang dalam perjalanan ke Solo, namun hingga saat ini, pemain tersebut belum sampai di sana. “Setelah itu, kami kesulitan menghubunginya,” tambahnya. Menurutnya, klub sudah mengeluarkan surat ultimatum, tetapi baik pemain maupun agennya sulit dihubungi.
“Jadi ya pemain dan agen menempatkan kami dalam posisi yang sangat sulit karena itu adalah penandatanganan transfer di deadline day,” ujarnya. Meskipun begitu, pelatih tetap fokus pada tim yang ada saat ini.
Kembali ke Klub Lamanya di Kroasia
Di tengah ketidakjelasan ini, media Kroasia melaporkan bahwa Mateo Kocijan telah kembali bergabung dengan klub lamanya, NK Tehnicar 1974. Tim ini berkompetisi di Elitna ŽNL Koprivničko-križevačka league, yang bisa dibilang sebagai kompetisi amatir di Kroasia. Kocijan telah bermain di klub tersebut sejak 2016 hingga 2021.
Dalam wawancara dengan media Kroasia, Klikaj.hr, Kocijan menyatakan bahwa ia enggan bermain di Indonesia lagi. Alasannya adalah ingin lebih dekat dengan keluarganya. Menurut sumber yang sama, kesepakatan transfer antara Persis Solo dan Kocijan tidak berhasil tercapai di detik-detik terakhir.
“Ilmu pengetahuan dan pengalaman saya di Indonesia cukup. Saya senang telah mengatur kepulangan ke Cvetkovec (wilayah asal Tehnicar) dengan manajemen Tehničar,” katanya. Ia juga menyampaikan harapan agar klub dapat mempertahankan gelar juara dan melaju sejauh mungkin di Piala Daerah.
Persis Solo Menghadapi Tantangan Berat
Persis Solo kini berada dalam posisi yang cukup sulit. Jika Kocijan benar-benar mengabaikan kontraknya, klub memiliki opsi membawa kasus ini ke FIFA. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini tidak hanya berdampak pada performa tim, tetapi juga pada reputasi dan proses administrasi klub.



