Fredy Pratama Tiba-Tiba Menghilang dari Daftar Red Notice Interpol, Ini Penjelasan Polisi

0
158

Nama Fredy Pratama Tidak Lagi Terdaftar dalam Red Notice Interpol

Pada Rabu (1/10/2025) sekitar pukul 08.45 WIB, situs resmi Red Notice Interpol tidak lagi menampilkan nama Fredy Pratama dalam daftar buronan internasional. Hal ini terungkap setelah penelusuran yang dilakukan oleh media bisnis. Sebelumnya, nama gembong narkoba asal Indonesia ini sempat muncul di situs Interpol selama beberapa tahun.

Fredy Pratama, yang merupakan buronan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, sebelumnya tercatat sebagai salah satu individu yang diingatkan oleh lembaga internasional tersebut. Dalam data yang tersimpan di situs Interpol, Fredy Pratama lahir pada 25 Juni 1985 di Banjarmasin dan memiliki jenis kelamin laki-laki. Foto yang diunggah oleh Interpol menunjukkan bahwa ia memiliki rambut hitam panjang dan mengenakan kaus berwarna biru.

Saat ini, terdapat tujuh orang yang terdaftar dalam Red Notice Interpol. Mereka adalah Pietruschka Evelina Fadil (64), Pietruschka Manfred Armin (66), Mendomba Randy (49), Kurniawan Edo (40), Daschbach Richard Jude (88), Nugroho Sofyan Iskandar (57), dan Djatmiko Febri Irwansyah (43).

Menanggapi hal ini, Sekretariat National Central Bureau Interpol (Ses NCB Interpol) Brigjen Pol Untung Widyatmoko menjelaskan bahwa dalam daftar Red Notice Interpol terdapat dua jenis. Pertama, Red Notice yang ditampilkan untuk publik umum dan kedua, Red Notice yang hanya tersedia bagi aparat penegak hukum.

“Red Notice Interpol memang terdiri dari dua tipe, yaitu yang diterbitkan untuk publik dan yang hanya diberikan kepada instansi penegak hukum,” jelasnya saat dihubungi.

Latar Belakang dan Aktivitas Fredy Pratama

Fredy Pratama memiliki beberapa julukan seperti The Secret, Airbag, Mojopahit, dan Casanova. Jaringannya disebut mampu menyelundupkan narkotika sebanyak 100 kg hingga 500 kg per bulan. Dalam menjalankan bisnisnya, Fredy menggunakan jalur transportasi dari kawasan ‘Segitiga Emas’ dengan modus pengiriman melalui kemasan teh China. Narkoba kemudian dikirim ke Malaysia dan Indonesia.

Dengan adanya perubahan status Fredy Pratama dalam Red Notice Interpol, banyak pihak mempertanyakan alasan penghapusan namanya dari daftar tersebut. Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi resmi yang dikeluarkan oleh lembaga terkait mengenai perubahan status ini.

Selain itu, kasus Fredy Pratama menjadi perhatian khusus karena jaringannya dianggap sangat kompleks dan sulit diungkap. Penelusuran dan koordinasi antar lembaga penegak hukum akan menjadi kunci dalam mengungkap keberadaan atau aktivitasnya di masa depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini