Beranda Berita Haul ke-16 Gus Dur, Alissa Wahid Kritik Demokrasi yang Makin Jauh dari...

Haul ke-16 Gus Dur, Alissa Wahid Kritik Demokrasi yang Makin Jauh dari Rakyat

0
40

Peringatan Haul ke-16 Gus Dur: Ruang Rakyat Terpinggirkan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Peringatan Haul ke-16 Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau dikenal sebagai Gus Dur, menjadi momen penting untuk mengevaluasi kondisi demokrasi di Indonesia. Tema yang diusung dalam peringatan tahun ini, “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat,” mencerminkan kekhawatiran terhadap semakin menjauhnya rakyat dari proses pengambilan kebijakan publik.

Ketua Pelaksana Haul Gus Dur, Alissa Wahid, menyampaikan bahwa ruang rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini semakin terpinggirkan. Menurutnya, rakyat tidak lagi menjadi sentral dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan publik. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers yang digelar di kediaman Gus Dur, Ciganjur, Jakarta Selatan, pada malam hari tanggal 20 Desember 2025.

Alissa menyoroti beberapa kondisi yang menunjukkan menyempitnya ruang publik. Salah satunya adalah pembungkaman suara kritis terhadap masyarakat yang ingin menyuarakan pendapat mereka. Ia juga mengkritik tindakan intimidasi terhadap individu atau kelompok yang berani menyampaikan kritik terhadap pemerintah atau elit politik.

Selain itu, ia menyebut respons elite terhadap upaya solidaritas masyarakat dalam membantu korban bencana di berbagai daerah mencerminkan jarak antara penguasa dan rakyat. “Rakyat semakin kehilangan ruang di Indonesia. Padahal, Indonesia adalah negara demokrasi yang seharusnya berarti dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” ujarnya.

Menurut Alissa, partisipasi rakyat dalam penyusunan hingga pelaksanaan kebijakan publik sangat penting. Tujuan akhirnya adalah kepentingan rakyat. Namun, prinsip tersebut dinilai semakin diabaikan dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Ratusan Jamaah Hadiri Acara Haul Gus Dur

Rangkaian acara haul Gus Dur di kediaman keluarga Gus Dur diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai daerah. Acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan seperti doa, tahlil, pembacaan ayat Alquran, tausiyah kebangsaan, serta penampilan seni budaya.

Dalam acara tersebut, tampak hadir sejumlah pejabat negara, seperti Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. Selain itu, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga turut hadir. Tidak ketinggalan, tokoh nasional lainnya seperti Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD juga hadir dalam acara tersebut.




TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini