Beranda Berita Heboh! Starlink Gratis Elon Musk untuk Korban Banjir Sumatra Ternyata Dikenai Biaya...

Heboh! Starlink Gratis Elon Musk untuk Korban Banjir Sumatra Ternyata Dikenai Biaya Rp 20 Ribu/Jam, Benarkah?

0
743

Isu Pungutan Liar pada Layanan Starlink di Aceh

Beberapa waktu lalu, muncul informasi yang menyebutkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) terkait layanan internet Starlink yang disebutnya gratis. Informasi ini beredar melalui akun media sosial X @narraes*** pada Senin (1/12). Dalam unggahannya, akun tersebut menulis pesan kepada Elon Musk, pemilik perusahaan Starlink.

“Elon, info dari teman saya di Langsa, Aceh: saat banjir Sumatra, layanan Starlink yang seharusnya gratis malah disewakan dengan harga 20 ribu rupiah per jam. Apa yang harus kita lakukan? @elonmusk,” tulis akun tersebut.

Dalam postingannya, @narraes*** juga membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp antara dirinya dan temannya. Dalam percakapan itu, teman akun tersebut menceritakan bahwa kakak dan suaminya ingin menginformasikan kondisi kepada keluarga di luar Aceh, tetapi harus membayar. Setelah membayar, barulah password diberikan. Harga layanan Starlink dipatok Rp 20 ribu per jam.

Penjelasan dari Netizen dan Tanggapan Masyarakat

Selain itu, ada juga tangkapan layar dari netizen yang mengabarkan bahwa di Kota Langsa, Aceh, penggunaan layanan Starlink tidak gratis. Menurut informasi tersebut, Starlink yang digunakan di sana adalah milik walikota, bukan milik Elon Musk yang diberikan secara gratis.

Tanggapan dari netizen pun beragam. Salah satu netizen, @yinyuuj**, mengungkapkan hal yang sama. “Ini bener kak, malah ada yang dimintain 5 menit 5 ribu, tolong dong aku juga udah bilangin kalau itu gratis tapi ada aja oknum yang cari kesempatan dalam kesempitan,” ujarnya.

Beberapa netizen lain juga mengabarkan pengalaman serupa. Terdapat dua orang bapak-bapak yang bertindak sebagai penagih dengan tarif 20 ribu per orang. “Kakak, jangan kan jaringan, tadi aku liat di snapgram explor gayo kalo ada dua bapak-bapak yang jalan kaki dari bener meriah ke bireun, terus setiap mereka lewat jembatan di tagih 20 ribu per orang,” tulis @rensa****.

Penjelasan Resmi dari Starlink

Sebagai informasi tambahan, melalui laman resmi Starlink.com, perusahaan milik Elon Musk tersebut memberikan layanan gratis selama Desember bagi masyarakat terdampak bencana alam di Pulau Sumatra. Starlink juga bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk segera merelokasi terminal dan memulihkan konektivitas di wilayah yang terkena bencana.

“Bagi mereka yang terdampak banjir parah di Indonesia, Starlink menyediakan layanan gratis untuk pelanggan baru dan lama hingga akhir Desember,” tulis @Starlink di laman X pada Sabtu (29/11).

Starlink merupakan layanan internet berbasis satelit yang menawarkan akses broadband berkecepatan tinggi dengan latensi rendah di berbagai wilayah dunia, terutama area yang sulit dijangkau jaringan konvensional. Layanan ini dikembangkan oleh SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, dengan memanfaatkan ribuan satelit kecil di orbit rendah Bumi (LEO) untuk mengirimkan data secara cepat.

Kebijakan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Terkait bantuan untuk korban bencana di Sumatera, Starlink merinci kebijakan paket internet gratis yang diberikan. Pelanggan aktif akan otomatis mendapatkan akses gratis hingga akhir Desember 2025. Sementara itu, pengguna yang sebelumnya menonaktifkan atau menjeda layanan dapat kembali mengaktifkannya dan tetap menikmati akses gratis selama periode tersebut.

Untuk pelanggan baru di wilayah terdampak, aktivasi paket bisa dilakukan dengan membuat tiket dukungan dan mencantumkan kata kunci “Indonesia Flood Support”. Hal ini menunjukkan komitmen Starlink untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana alam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini