JAKARTA, Reformasi.co.id
Pada awal perdagangan hari Selasa (25/11/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan. Pada pembukaan pasar, indeks berada di level 8.521,538, turun sebesar 48,716 poin atau 0,57 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Berdasarkan data dari RTI, IHSG langsung menghadapi tekanan sejak awal sesi. Indeks sempat dibuka di level 8.570,846, lalu naik ke titik tertinggi sebesar 8.574,385 sebelum akhirnya mengalami penurunan dan menyentuh titik terendah pada level 8.515,553.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi. Volume transaksi mencapai 8,37 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,382 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 209 saham menguat, 289 saham melemah, dan 192 saham tidak mengalami perubahan. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 466.975 kali.
Pergerakan sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini menunjukkan kinerja yang beragam, sejalan dengan pelemahan IHSG. Beberapa sektor mampu bertahan di zona hijau, sementara sektor lainnya mengalami tekanan.
- Sektor kesehatan menjadi yang teratas dalam penguatan, dengan kenaikan sebesar 0,71 persen.
- Sektor cyclical mengalami kenaikan sebesar 0,89 persen.
- Sektor teknologi juga menguat sebesar 0,66 persen.
- Sektor keuangan berada di jalur positif meski hanya sedikit, dengan kenaikan sebesar 0,14 persen.
Di sisi lain, sektor properti menjadi yang paling terpuruk, dengan penurunan sebesar 1,79 persen. Sektor ini menjadi sektor dengan pelemahan terdalam pada sesi pagi ini.
- Sektor industrial mengalami koreksi sebesar 0,64 persen.
- Sektor basic industry turun sebesar 0,63 persen.
- Sektor non-cyclical ikut melemah sebesar 0,47 persen.
- Sektor transportation mengalami penurunan sebesar 0,16 persen.
- Sektor energy melemah sebesar 0,22 persen.
- Sektor infrastruktur mencatat penurunan tipis sebesar 0,05 persen.



