Beranda News Impor Minyak Naik Tajam, Purbaya Tuding Pertamina

Impor Minyak Naik Tajam, Purbaya Tuding Pertamina

0
162

Kenaikan Subsidi Energi dan Tantangan Impor BBM di Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kekhawatiran terkait kenaikan subsidi energi yang terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan Indonesia yang tinggi terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, ia menyoroti bahwa pemerintah terus mengimpor minyak dengan nilai mencapai puluhan miliar dolar per tahun.

Purbaya menjelaskan bahwa mandeknya pembangunan kilang baru Pertamina menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan beban subsidi tidak kunjung berkurang. Ia mempertanyakan bagaimana negara yang memiliki potensi besar dalam sektor energi bisa terus bergantung pada impor.

“Subsidi energi naik terus dari tahun ke tahun. BBM seperti solar dan diesel, itu impor. Kita banyak impor sampai puluhan miliar dolar setahun. Sudah berapa tahun kita mengalami hal tersebut? Sudah puluhan tahun kan. Kita pernah bangun kilang baru enggak? Enggak pernah,” ujarnya dalam rapat tersebut.

Menurut Purbaya, sejak 2018 ketika dirinya bertugas di Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Pertamina telah berjanji untuk membangun tujuh kilang baru dalam lima tahun. Namun, hingga saat ini, janji tersebut belum terealisasi. Ia meminta Komisi XI DPR untuk lebih aktif dalam mengawasi dan memastikan realisasi rencana tersebut.

“Mereka janji mereka akan bangun tujuh kilang baru dalam waktu lima tahun. Sampai sekarang kan enggak ada satupun. Jadi bapak (Komisi XI DPR RI) tolong kontrol mereka juga,” tegasnya.

Selain itu, Purbaya juga menyoroti bahwa sebagian besar kebutuhan BBM domestik masih dipenuhi melalui impor dari Singapura. Hal ini dinilai merugikan Indonesia karena besarnya nilai impor yang terjadi setiap tahun.

“Jadi kita rugi besar. Karena kita impor dari mana? Dari Singapura. Minyak, produk-produk minyaknya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan diam jika Pertamina terus menunda pembangunan kilang. Menurutnya, langkah-langkah proaktif harus segera diambil agar Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM dan menurunkan beban subsidi energi.

Dalam konteks yang lebih luas, Purbaya menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur energi dalam negeri. Dengan adanya kilang-kilang baru, Indonesia bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Selain itu, hal ini juga akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan stabilitas harga BBM di pasar dalam negeri.

Beberapa solusi yang direkomendasikan termasuk peningkatan investasi dalam sektor energi, penguatan kerja sama antara pemerintah dan swasta, serta penerapan kebijakan yang mendukung pengembangan sumber daya alam dalam negeri. Dengan pendekatan yang lebih terarah dan komprehensif, diharapkan Indonesia bisa segera mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM dan menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini