Beranda Budaya Jadi Tradisi, Sumur Masjid Pusaka Baiturahmah di Indramayu Dipadati Ratusan Warga

Jadi Tradisi, Sumur Masjid Pusaka Baiturahmah di Indramayu Dipadati Ratusan Warga

0
229

Indramayu, Reformasi.co.id – Ratusan warga memadati Masjid Pusaka Baiturahmah, Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Jumat (5/9/2025).

Mereka berdesakan untuk mengambil air dari sumur penganten, sebuah tradisi yang dipercaya membawa keberkahan serta menyembuhkan berbagai penyakit.

Nina (40), seorang pendatang baru di wilayah tersebut, mengaku ikut serta dalam ritual hanya karena rasa penasaran.

“Saya warga baru di sini, lebih penasaran saja karena banyak orang mandi. Katanya bisa menyembuhkan penyakit,” ujarnya di halaman masjid.

Setelah menimba air dari sumur, Nina langsung mengguyurkannya ke tubuh hingga basah kuyup.

Dalam kesempatan itu, ia bertemu dengan seorang ibu yang bercerita bahwa anaknya pernah mengalami kelainan kaki. Sang ibu meyakini, setelah rutin mandi di sumur penganten, kondisi anaknya berangsur pulih. “Wallahualam, tapi katanya begitu sembuh,” ucap Nina menirukan.

Anto (50), warga setempat, menyebut bahwa tradisi mandi di sumur penganten sudah lama menjadi keyakinan masyarakat. “Barokahnya tergantung niat, ada yang untuk kesembuhan, ada juga untuk hajat lain,” katanya.

Suasana di masjid tersebut pada Jumat siang tampak ramai. Selain jamaah laki-laki, banyak pula perempuan dan anak-anak yang ikut hadir. Seusai shalat Jumat, warga bergegas menuju sumur yang terletak di sisi masjid sambil membawa ember maupun galon untuk menimba air.

Fuad Khamus, pengurus DKM Masjid Pusaka Baiturahmah, menjelaskan bahwa tradisi tersebut dikenal dengan sebutan mandi grujug, yang bermakna membersihkan diri. Menurutnya, kegiatan ini rutin dilakukan pada hari-hari tertentu.

“Biasanya setiap Jumat atau saat Kliwon. Kali ini bertepatan dengan peringatan Maulid, sehingga warga yang datang lebih banyak dan berasal dari berbagai daerah,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa air sumur penganten tidak dianggap keramat, meski keberadaannya sudah ada sejak ratusan tahun dan tidak pernah kering. Banyak warga mengaku mendapatkan manfaat setelah mandi dari air sumur tersebut.

“Ada yang dulunya sulit mendapat jodoh, setelah mandi di sini sebulan kemudian langsung bertunangan dan menikah,” tutur Fuad.

Fuad juga menambahkan, orang tua terdahulu selalu menekankan agar warga terlebih dahulu melaksanakan shalat di masjid sebelum mengambil air sumur. Menurutnya, keberkahan yang diperoleh bersumber dari doa yang dipanjatkan, sementara sumur hanya menjadi bagian dari ikhtiar.

“Permintaan yang baik insyaallah dikabulkan, sedangkan yang buruk tidak akan diterima,” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini