Kebakaran Gedung Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Ratusan Santri Selamatkan Diri di Tengah Kepanikan

0
161

Peristiwa Mencekam di Pondok Pesantren Al-Khoziny

Pada hari Senin sore, kejadian tak terduga terjadi di Pondok Pesantren Al-Khoziny yang berada di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Saat ratusan santri sedang melaksanakan shalat berjamaah di mushalla lantai dasar, gedung yang sedang dalam proses renovasi tiba-tiba ambruk. Kejadian ini menimbulkan kericuhan dan kepanikan di kalangan santri.

Sebagian besar santri berhasil menyelamatkan diri dari reruntuhan, namun beberapa di antaranya mengalami cedera akibat tertimpa puing-puing. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 15:35 WIB. Pada saat itu, proses pengecoran bangunan sedang berlangsung sejak pagi hari. Diduga, penyebab utama adalah pondasi yang tidak kuat, sehingga menyebabkan bangunan lantai empat runtuh hingga ke lantai dasar.

Basarnas langsung mengerahkan tim SAR terbaiknya untuk melakukan pencarian dan pertolongan. Tim gabungan yang terdiri dari aparat TNI, Polri, BPBD, relawan, serta tenaga medis siap berada di lokasi untuk mempercepat proses evakuasi. Edy menegaskan bahwa semua potensi SAR akan dimaksimalkan demi menolong santri yang kemungkinan masih terjebak di bawah puing-puing.

Salah satu saksi mata, Wahid, seorang santri kelas tujuh Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Khoziny, menceritakan detik-detik kejadian. Ia mengatakan bahwa bangunan mushalla sempat bergoyang sebelum akhirnya runtuh. “Ketika masuk rakaat kedua, bagian ujung musholla ambruk lalu merembet ke bagian lain,” katanya. Wahid yang berada di dalam mushalla segera berusaha menyelamatkan diri sambil mengajak teman-temannya keluar. Dari keterangannya, saat kejadian terdapat lebih dari seratus santri yang tengah khusyuk beribadah bersama.

Gedung mushalla tersebut sebelumnya tengah direnovasi untuk menambah ruang di lantai tiga. Diduga aktivitas konstruksi turut memengaruhi stabilitas bangunan hingga akhirnya roboh. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan dalam pembangunan fasilitas pendidikan.

Hingga malam hari, puluhan ambulans masih bersiaga di sekitar pesantren. Belasan korban luka sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan intensif. Situasi di lokasi masih dipadati petugas dan keluarga santri yang cemas menunggu kabar.

Basarnas mengimbau masyarakat tetap tenang dan memberikan akses kepada tim penyelamat agar proses evakuasi berjalan optimal. Pemerintah daerah juga diminta segera melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan pendidikan lainnya untuk mencegah kejadian serupa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini