
Kebakaran yang terjadi di beberapa titik setelah truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) terguling di Jalan Printis Kemerdekaan, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (1/11) malam, berhasil dipadamkan. Insiden ini menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi dan memicu tindakan cepat dari pihak berwenang.
Sebanyak 15 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani situasi darurat tersebut. Kasi Damkar dan Penyelamatan Dinas Damkar Kabupaten Cianjur, Budiyanto, mengungkapkan bahwa dalam peristiwa ini terdapat enam titik kebakaran yang harus ditangani. Meskipun semua titik telah dikendalikan, petugas masih melakukan upaya pendinginan untuk mencegah kemungkinan munculnya sumber api kembali.
“Armada tangki ini mengangkut sebanyak 24.000 liter BBM jenis Pertamax dan Pertalite. Seluruh muatan BBM tersebut tumpah setelah truk terguling. Rencananya, BBM ini akan dikirim ke wilayah Sukabumi,” jelas Budiyanto.

Proses pemadaman kebakaran terkendala oleh beberapa faktor, salah satunya adalah minimnya cairan khusus yang digunakan untuk memadamkan api dari BBM. Budiyanto menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki cairan khusus untuk mengatasi kebakaran yang melibatkan BBM jenis Pertamax dan Pertalite. Oleh karena itu, mereka menunggu bantuan dari tim Pertamina untuk membantu proses pemadaman.
Selain itu, jumlah titik kebakaran yang cukup banyak juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Meskipun demikian, seluruh area yang terkena dampak kebakaran telah berhasil dikuasai.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait adanya korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini. Namun, kebakaran yang terjadi sebelumnya telah menghanguskan pos polisi dan sejumlah kendaraan yang berada di dekat lokasi kejadian.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur, Ipda Ika Cakra Mustika, menjelaskan bahwa kebakaran berawal dari truk tangki yang terguling hingga menumpahkan isi muatan BBM. Armada tangki BBM tersebut melaju dari arah Bandung menuju Sukabumi. Di lokasi kejadian, mobil oleng dan akhirnya terguling, sehingga muatannya tumpah ke badan jalan.
“Tiba-tiba ada percikan api dari belakang tangki dan membakar badan truk hingga pos polisi dan sejumlah kendaraan yang berada tak jauh dari lokasi,” tambah Ika.
Insiden ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat dan pihak terkait dalam menjaga keamanan transportasi barang berbahaya seperti BBM. Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat, termasuk ketersediaan alat dan bahan pemadam yang tepat.



