Pengalaman Pribadi dalam Membuka Online Shop
Siapa yang di sini punya online shop? Bagaimana rasanya memiliki bisnis sendiri? Memang untungnya lumayan, ya? Tidak semua orang bisa membangun bisnis sendiri, tapi online shop menjadi salah satu pilihan yang bisa dilakukan oleh siapa saja, terutama dengan adanya smartphone dan akses internet.
Saya sendiri pernah mencoba membuka online shop. Awalnya, saya hanya ingin mencoba sesuatu yang baru. Saya merasa tertarik dengan ide menjual produk secara online, karena bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Tapi, bagaimana rasanya mengelola bisnis sendiri?
Pengalaman Berkesan Memproses Pesanan Pertama
Dulu, saat masih kuliah, saya punya teman yang sukses dengan bisnis online-nya. Ia menjual pakaian melalui Instagram, sebelum marketplace mulai populer. Usahanya cukup laris, sampai-sampai ia belanja banyak barang. Sekarang, saya tidak tahu kabarnya lagi.
Pada November 2017, saya memutuskan untuk membuka online shop. Kebetulan waktu itu sedang menganggur, jadi saya memanfaatkan kesempatan ini. Saya membuat akun Instagram dan mulai berjualan case HP serta aksesoris lainnya. Awalnya, saya diajak menjadi dropshipper oleh seorang pegawai toko aksesoris. Dari situ, saya memulai bisnis online.
Saya fokus pada marketplace, bukan Instagram. Saya memotret produk sendiri dan menggunakan foto dari supplier. Setelah itu, saya mengupload foto dan deskripsi produk. Saat produk sudah cukup banyak, saya mulai mengiklankan beberapa produk dengan iklan kecil, sekitar 10-15 ribu rupiah. Kini, biaya iklan mungkin lebih mahal, sekitar 25-50 ribu rupiah.
Selain iklan, saya juga menggunakan fitur naikkan produk agar produk saya muncul di halaman utama. Hal ini efektif, karena membuat produk saya lebih dikenal. Akhirnya, pesanan pertama masuk.
Saya sangat senang ketika pesanan pertama datang. Saya memberikan pelayanan terbaik, ramah, dan memproses pesanan dengan cepat. Saya membungkus paket dengan rapi dan menulis alamat pengiriman. Setelah itu, saya mengantarkan paket ke cabang jasa kirim terdekat. Beberapa hari kemudian, paket diterima pelanggan, dan mereka memberi bintang lima. Senang sekali!
Dua hari setelah itu, hasil penjualan pertama masuk. Meskipun keuntungan tidak besar, tapi itu menjadi pengalaman berharga bagi saya. Sayangnya, bisnis ini harus ditutup karena saya mendapatkan panggilan kerja di awal 2018. Jadi, saya harus fokus pada pekerjaan tetap.
Suka Duka Punya Online Shop
Membuka online shop memang menyenangkan, tapi juga ada tantangan. Salah satunya adalah multitasking. Saya sendiri yang mengurus semua, mulai dari menjawab chat pelanggan hingga packing dan pengiriman. Saya tidak punya pegawai, jadi semua dikerjakan sendiri.
Seringkali, saya harus menulis alamat dengan tangan karena tidak punya printer. Antar paket juga dilakukan dengan berjalan kaki, karena cabang jasa kirim tidak terlalu jauh. Ini membutuhkan ketekunan dan kesabaran.
Duka lainnya adalah ketika pelanggan mengeluh. Saya pernah menjadi call center, jadi saya punya pengalaman menangani keluhan. Ketika pelanggan mengeluh tentang pengiriman, saya membantu melacak paket dan memastikan kurir segera mengirimkan. Jika pelanggan tidak puas dengan produk, saya ikhlas menerima rating buruk, tapi tetap bersikap ramah.
Keuntungan dari online shop juga tidak terlalu besar, terutama jika Anda hanya menjadi dropshipper. Rata-rata keuntungan hanya 5 ribu rupiah per unit. Persaingan di marketplace juga ketat, jadi harus ada strategi lain untuk menarik pelanggan.
Kelebihan Menjadi Pemilik Online Shop
Meski ada tantangannya, online shop juga memiliki kelebihan. Pertama, waktu fleksibel. Operasional bisnis bergantung pada Anda sendiri. Modal juga relatif kecil, tidak perlu menyewa toko. Jangkauannya luas, bisa sampai ke seluruh Indonesia. Selain itu, bisnis ini bisa dilakukan dari mana saja.
Pesan untuk Mulai Bisnis
Jika Anda ingin memulai bisnis, pertimbangkan dengan matang. Jangan langsung mengeluarkan modal besar. Mulailah dengan bisnis kecil, lalu tambah modal ketika peluang lebih baik. Sukses tidak bisa didapat instan, butuh proses dan ketekunan. Jangan mudah menyerah, terus berusaha hingga bisnis Anda berkembang.



