Ketua RT/RW Makassar Dilantik di Lapangan Karebosi, Baju Putih dan Rompi Marun Jadi Saksi

0
29

Pelantikan 6.032 Ketua RT/RW di Lapangan Karebosi Makassar

Lapangan Karebosi, Kota Makassar, menjadi pusat perhatian pada Senin (29/12/2025). Sebanyak 6.032 Ketua RT dan RW terpilih hadir dalam acara pelantikan yang digelar oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat. Acara ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Makassar, termasuk Wali Kota Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, serta Ketua DPRD Supratman.

Acara ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Para peserta tiba sejak pagi hari, mulai pukul 06.30 WITA. Mereka mengenakan baju putih dan rompi merah marun yang menjadi ciri khas dari para Ketua RT dan RW. Seluruh peserta duduk di area yang telah disiapkan sesuai wilayah kecamatan masing-masing.

Pelantikan ini menandai awal dari masa jabatan baru para Ketua RT dan RW. Dari total peserta, terdapat 5.027 Ketua RT dan 1.005 Ketua RW yang tersebar di 153 kelurahan dan 15 kecamatan di Kota Makassar. Proses pelantikan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

Peran Penting Ketua RT dan RW

Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri Arifuddin menyampaikan pesan penting kepada seluruh Ketua RT dan RW. Ia menekankan bahwa jabatan tersebut bukanlah jabatan struktural pemerintahan, melainkan jabatan sosial yang penuh tanggung jawab. Menurutnya, tugas utama Ketua RT dan RW adalah sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk memperhatikan kondisi masyarakat, menyampaikan informasi yang jelas, dan menjaga kepedulian sosial di wilayahnya masing-masing.

Ia juga menyoroti pentingnya demokrasi dalam pemilihan Ketua RT dan RW. Menurut Munafri, sistem pemilihan langsung ini menjadi sejarah panjang bagi Kota Makassar. “Ini memberikan makna bahwa demokrasi di Kota Makassar benar-benar dipilih melalui kesepakatan warga,” ujarnya.

Tantangan dan Harapan

Meski proses pemilihan berjalan baik, Munafri mengakui masih ada beberapa kekurangan yang perlu dibenahi di masa depan. Ia berharap dengan adanya sistem pemilihan langsung, arus informasi di tengah masyarakat dapat berjalan lebih baik karena Ketua RT dan RW merupakan representasi langsung dari warga setempat.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin mendengar adanya Ketua RT atau RW yang justru menjadi sumber persoalan atau bertindak tidak adil kepada masyarakat. Integritas dan kejujuran menjadi hal utama yang harus dijaga oleh seluruh peserta pelantikan.

Suasana Acara yang Khidmat

Meskipun suasana lapangan terasa semarak, acara tetap berjalan dengan tertib. Para peserta tampak khidmat meski terik matahari pagi mengganggu. Semua peserta mematuhi arahan panitia sebelum prosesi pelantikan dimulai.

Acara ini juga menjadi momen penting bagi para Ketua RT dan RW untuk mengemban amanah sebagai ujung tombok pelayanan pemerintahan di tingkat paling bawah. Mereka akan menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah daerah.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini