Sekolah Swasta Di Kota Tasikmalaya Mundur Dari Program Makan Bergizi Gratis
Beberapa sekolah swasta terkenal di Kota Tasikmalaya, baik yang berada di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP), dikabarkan mundur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan ini diambil sejak Senin 29 September 2025, setelah maraknya kasus keracunan makanan yang dilaporkan terjadi dalam program tersebut. Kabar ini menyebar melalui media sosial dan grup WhatsApp, meskipun hingga kini belum ada informasi pasti mengenai identitas sekolah-sekolah yang dimaksud.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Tasikmalaya, Evi Endah Nafillah, mengatakan bahwa dirinya belum mendapatkan informasi resmi mengenai keputusan tersebut. Ia menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Rojab Riswan Taufik, mengungkapkan bahwa beberapa sekolah swasta memang tidak bergabung dengan program MBG karena sudah memiliki program makan siang sendiri. Contohnya adalah sekolah Al Muttaqin dan Ibadurrohman. Menurutnya, kebijakan sekolah swasta bersifat mandiri dan mereka sudah memiliki sistem makan siang sebelum program MBG dicanangkan.
Tindakan Pemerintah Kota Tasikmalaya
Permasalahan keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah membuat pihak sekolah, orang tua siswa, serta pemerintah daerah khawatir. Kualitas gizi dan higienitas makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pun dipertanyakan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya segera mengambil langkah-langkah preventif.
Salah satu tindakan yang dilakukan adalah pembentukan satuan tugas (satgas) yang bertugas mengawasi pelaksanaan program MBG. Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, menyampaikan bahwa proses pembentukan satgas sedang berlangsung. Ia juga menyatakan telah berkoordinasi dengan koordinator MBG di Kota Tasikmalaya dan berharap satgas dapat segera terbentuk.
Asep menekankan pentingnya menjelaskan tugas satgas secara jelas agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya sudah ada satgas yang dibentuk sejak awal pelaksanaan program MBG, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti ketersediaan petugas gizi yang saat ini sulit ditemukan.
Pengawasan Terhadap Dapur SPPG
Pemerintah Kota Tasikmalaya juga terus melakukan pendataan terhadap semua dapur SPPG yang ada di wilayahnya. Salah satu fokus utamanya adalah pengawasan terhadap higienitas dapur. Asep menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan bahwa program MBG berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kasus keracunan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Budi Tirmadi, menegaskan bahwa salah satu syarat utama bagi SPPG adalah memiliki izin yang layak dan memenuhi standar sanitasi. Hal ini menjadi prioritas utama untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para siswa yang mengikuti program MBG.



