Beranda Berita Kilas Balik Ekonomi Kepri 2025: Pertumbuhan 7,45% dan Inflasi 2,5%

Kilas Balik Ekonomi Kepri 2025: Pertumbuhan 7,45% dan Inflasi 2,5%

0
26

Kinerja Ekonomi Kepri Tahun 2025 yang Menggembirakan

Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun 2025 mencatatkan kinerja yang menggembirakan di tengah berbagai tantangan dan dinamika global. Pada triwulan III 2025, ekonomi Kepri mampu tumbuh tinggi sebesar 7,48% (yoy), di atas capaian nasional yang sebesar 5,04% (yoy) serta terakselerasi dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Kepri juga menjadi yang tertinggi se-Sumatera dan tertinggi ketiga se-Nasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Rony Widijiarto P, menyampaikan bahwa perekonomian Kepri, menurut lapangan usahanya, masih ditopang oleh sejumlah sektor utama, yakni industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, serta berdagangan. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kinerja investasi, net ekspor, serta konsumsi rumah tangga.

Selain itu, inflasi Kepri juga masih dapat terjaga stabil dalam rentang sasaran 2,5*1%. November 2025, Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kepri mengalami inflasi sebesar 0,23% (mtm) atau 2,31% (ytd). Terjaganya inflasi mencerminkan efektivitas implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Kepri yang dilaksanakan secara berkelanjutan melalui strategi 4K, meliputi Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, Ketersediaan Pasokan, serta komunikasi yang Efektif.

Peran intermediasi perbankan juga terus dijalankan untuk mendukung perekonomian yang terlihat dari perkembangan kredit, aset, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tetap tumbuh di tengah rasio Non-Performing Loan (NPL) yang rendah, sehingga stabilitas sistem keuangan di Kepri tetap terjaga.

Indikator Kesejahteraan Masyarakat yang Menunjukkan Perbaikan

Indikator kesejahteraan masyarakat Kepri menunjukkan perbaikan, antara lain tingkat kemiskinan yang menurun dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat. Namun, ada beberapa indikator yang perlu menjadi perhatian, yakni Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan gini rasio yang mengalami peningkatan. Sistem pembayaran dan ekosistem digitalisasi keuangan juga terus diperkuat.

Untuk mendukung sistem pembayaran tunai, BI Kepri memastikan ketersediaan Uang Layak Edar (ULE) pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan penyelenggaraan kegiatan Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Dama SERUNAI) 2025 dengan total nominal penukaran sebesar Rp2,01 Miliar.

Pengembangan UMKM Melalui Tiga Pilar

Tahun 2025, BI Kepri juga turut berkontribusi dalam pengembangan UMKM melalui tiga pilar yakni korporatisasi, kapasitas, dan pembiayaan. Sejumlah event strategis dilakukan untuk mendukung pengembangan UMKM dan digitalisasi sistem pembayaran.

Antara lain Gebyar Melayu Pesisir (GMP) yang mampu menghasilkan komitmen ekspor sebesar Rp1,4 miliar dari 24 UMKM penjualan UMKM senilai Rp12,85 miliar (meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp12,32 miliar), serta kesepakatan pembiayaan UMKM sebesar Rp3,25 miliar yang belum terdapat pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Kegiatan Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) juga dilaksanakan bersinergi dengan pemda serta KDEKS Kepri dan mencatatkan penjualan UMKM lebih dari Rp2,7 miliar pembiayaan Rp2,19 miliar meningkat signifikan dibandingkan Rp1 miliar pada tahun 2024. Pengumpulan wakaf digital Rp50,15 juta, serta peningkatan literasi keuangan syariah.

Kegiatan CERNIVAL dan BERLAYAR yang Berhasil

Melalui kegiatan Creative and Innovative Riau Island Carnival (CERNIVAL), BI berupaya mengakselerasi transaksi digital dan literasi perlindungan konsumen dan berhasil mencatatkan jumlah pengunjung lebih dari 4.700 orang, dengan total volume transaksi QRIS mencapai 140.026 transaksi serta nominal transaksi UMKM yang mencapai Rp253,6 juta selama 3 hari kegiatan, meningkat signifikan dari CERNIVAL sebelumnya tahun 2023 dengan total volume transaksi QRIS sebanyak 27.682 transaksi atau naik lebih dari 400%.

“Adapun event Bersama Rayakan Festival Digital Kepulauan Riau (BERLAYAR) dilaksanakan di Pulau Belakang ‘adang, wilayah terluar yang berbatasan langsung dengan Singapura, dengan konsep festival rakyat, dan mampu mencatatkan volume QRIS mencapai 49.076 transaksi selama 2 hari pelaksanaan kegiatan,” imbuhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini