Beranda Berita Kisah Korban Banjir Tapsel: “Lihatlah Kayu-kayu Itu, Rumah Saya Hancur”

Kisah Korban Banjir Tapsel: “Lihatlah Kayu-kayu Itu, Rumah Saya Hancur”

0
117



TAPANULI SELATAN, Reformasi.co.id

– Selama kunjungannya ke lokasi pengungsian korban banjir bandang di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendengarkan keluhan para warga mengenai kondisi tempat tinggal mereka.

Nurhayati Siregar (76), salah satu warga setempat, menjelaskan bahwa rumahnya hancur akibat banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025. Ia menunjukkan kayu-kayu besar dan material lumpur yang menyebabkan rumahnya tertimbun.

“Lihatlah, Pak, kayu-kayu besar itu. Sudah habis rumah saya, Pak. Tertimbun, Pak, tertimbun,” ujar Nurhayati sambil menangis. Ia berharap pemerintah dapat membantu membangun kembali rumah-rumah warga yang hancur.

“Tolong kami, Pak. Tidak ada lagi tempat tinggal kami. Sudah habis semuanya,” tambahnya.

Bahlil Lahadalia merespons permintaan warga dengan menyatakan akan mengirimkan 250 tenda sebagai tempat pengungsian sementara bagi korban banjir.

“Tadi Bapak Kepala Desa meminta kebutuhan sebanyak 250 tenda. Minggu depan, akan kami serahkan langsung ke sini,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada Departemen ESDM untuk membersihkan semua material dari banjir dan longsoran yang masih berserakan.

“Saya minta kepada ESDM untuk membersihkan semua kayu-kayu ini, pakai alat yang berasal dari perusahaan tambang (PT Agincourt Resources), supaya bisa kita bersihkan semua,” jelas Bahlil.

Data Korban Banjir Bandang

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, memberikan data terkini mengenai korban banjir bandang hingga 2 Desember 2025.

Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia mencapai 290 jiwa, 154 orang hilang, 614 terluka, dan 538.792 orang mengungsi.

“Dan hingga saat ini masih ada 17 daerah di Sumut yang terdampak musibah tersebut,” kata Sri Wahyuni melalui keterangan resmi.

Lokasi terparah masih berada di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Total korban meninggal dunia sebanyak 86 orang, luka-luka 508 orang, hilang 85 orang, dan sebanyak 7.382 orang masih mengungsi.

Daerah terparah kedua adalah Kabupaten Tapanuli Selatan. Di wilayah tersebut terdapat 79 korban meninggal dunia, 38 orang hilang, 49 orang luka, dan 5.366 warga mengungsi.

Lokasi terparah ketiga yaitu Kota Sibolga, dengan 47 korban meninggal dunia, 12 orang hilang, 45 orang luka, dan 17.824 warga mengungsi.



Banjir bandang yang terjadi di wilayah Tapanuli Selatan telah menimbulkan dampak yang sangat parah. Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah dan lembaga terkait sedang berupaya keras untuk menangani situasi ini. Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir.

Selain penyaluran tenda, upaya pembersihan material banjir dan longsoran juga menjadi prioritas utama. Dengan kerja sama antar lembaga dan perusahaan, diharapkan dapat segera memulihkan kondisi wilayah yang terkena banjir.

Warga setempat berharap agar bantuan yang diberikan dapat segera terealisasi dan membantu mereka bangkit dari krisis ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini