Komisi IV DPR Minta Pemerintah Bertindak Usai Video Kayu Gelondongan Viral di Banjir Sumatra

0
274

Fenomena Banjir dan Longsor di Sumatera yang Membawa Material Kayu Gelondongan

Beberapa waktu terakhir, wilayah Sumatera mengalami fenomena banjir dan longsor yang membawa material kayu gelondongan dalam jumlah besar. Hal ini menarik perhatian Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, yang menyatakan kekhawatiran terhadap kondisi tersebut.

Daniel Johan mendesak pemerintah untuk segera membentuk tim investigasi guna mengungkap asal-usul kayu-kayu yang terbawa oleh bencana alam ini. Ia menilai bahwa investigasi harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan apakah ada unsur pidana di balik kejadian ini.

“Sudah sangat viral, seluruh warga melihat dan terheran-heran bagaimana bencana banjir bukan hanya air, tetapi bahkan dipenuhi oleh begitu banyak kayu. Untuk menjawab keheranan tersebut dan menunjukkan keseriusan, kita mendorong pemerintah segera membentuk tim investigasi,” ujar Daniel ditemui di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (29/11/2025).

Ia menekankan bahwa tim investigasi harus menelusuri dari mana kayu-kayu itu sampai bisa hanyut segitu banyaknya. Pertanyaan seperti apakah ada penebangan ilegal, siapa yang bertanggung jawab, serta seberapa besar hutan alam yang dirusak juga menjadi fokus utama.

Sebagai langkah konkret dari parlemen, Daniel memastikan Komisi IV DPR RI akan segera memanggil kementerian terkait, khususnya Kementerian Kehutanan, dalam Rapat Kerja (Raker) mendatang. Ia akan meminta Kementerian Kehutanan menjadi leading sector dalam investigasi ini dengan menggandeng aparat penegak hukum.

“Tentu kita akan mendorong nanti di raker secepatnya, kita akan pertanyakan itu kepada Kementerian Kehutanan. Pemerintah harus merespons cepat, sehingga masyarakat merasa tenang dan trust (percaya) terhadap pemerintah,” katanya.

Lebih lanjut, Daniel mengingatkan bahwa investigasi ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upaya mitigasi bencana di masa depan. Jika pembalakan liar atau kerusakan hutan dibiarkan, ia khawatir dampak anomali cuaca akan semakin ekstrem dan meluas ke pulau-pulau lain di luar Sumatera.

“Yang paling penting tim investigasi ini adalah untuk mencegah tidak terulangnya kejadian serupa. Karena kalau terulang, anomali cuaca akan semakin kuat dan cepat. Enggak hanya di Sumatera, nanti seluruh pulau akan terlanda bencana,” paparnya.

Gelondongan kayu yang hanyut terbawa banjir bandang dalam beberapa hari terakhir menumpuk di berbagai daerah Sumatera Utara, termasuk di pantai Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Jumat, 28 November 2025. Video dan foto tumpukan kayu gelondongan ini kemudian viral dan menuai sorotan diduga sebagai pemicu banjir dahsyat di Sumatera Barat dan Sumatera Utara karena pembalakan liar.

Langkah yang Diperlukan untuk Menangani Masalah Ini

  • Investigasi menyeluruh harus dilakukan untuk mengetahui sumber kayu gelondongan yang terbawa banjir.
  • Tim investigasi perlu melibatkan aparat penegak hukum agar prosesnya transparan dan efektif.
  • Kementerian Kehutanan harus menjadi leading sector dalam mengambil tindakan terkait masalah ini.
  • Perlu adanya kebijakan yang lebih ketat untuk mencegah penebangan ilegal dan kerusakan hutan.
  • Masyarakat perlu diberi informasi yang jelas dan akurat agar dapat memahami situasi dan memberikan dukungan terhadap langkah-langkah pemerintah.

Pentingnya Mitigasi Bencana di Masa Depan

Daniel Johan menekankan bahwa langkah-langkah mitigasi bencana harus dilakukan secara proaktif. Ia khawatir jika isu pembalakan liar tidak segera ditangani, dampaknya akan semakin besar dan meluas ke wilayah lain di Indonesia.

Dengan demikian, pemerintah dan lembaga terkait perlu bekerja sama untuk mencari solusi jangka panjang. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk menangani kejadian saat ini, tetapi juga mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini