Beranda Berita Korban Banjir Tapsel ke Bahlil: Lihat Kayu-kayu Itu, Rumah Saya Hancur

Korban Banjir Tapsel ke Bahlil: Lihat Kayu-kayu Itu, Rumah Saya Hancur

0
115



TAPANULI SELATAN, Reformasi.co.id

– Saat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengunjungi lokasi pengungsian korban banjir bandang di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), beberapa warga menyampaikan kondisi rumah mereka.

Nurhayati Siregar (76) salah satu warga setempat, menceritakan bagaimana rumahnya hancur akibat banjir bandang yang terjadi pada Selasa (25/11/2025). Ia menunjukkan kayu-kayu besar yang terbawa arus banjir dan menyebabkan rumahnya tertimbun.

“Lihatlah, Pak, kayu-kayu besar itu. Sudah habis rumah saya, Pak. Tertimbun, Pak, tertimbun,” ujar Nurhayati sambil menangis.

Ia berharap pemerintah dapat membantu membangun kembali rumah-rumah mereka.

“Tolong kami, Pak. Tidak ada lagi tempat tinggal kami. Sudah habis semuanya,” tambahnya.

Bahlil Lahadalia merespons permintaan warga dengan menyatakan akan mengirimkan 250 tenda sebagai tempat pengungsian sementara bagi korban banjir bandang di Desa Garoga.

“Tadi Bapak Kepala Desa meminta kebutuhan sebanyak 250 tenda. Minggu depan, akan kami serahkan langsung ke sini,” ujarnya.

Selain itu, Bahlil juga meminta kepada Departemen ESDM untuk bekerja sama dengan perusahaan tambang, khususnya PT Agincourt Resources, dalam membersihkan material banjir dan longsoran yang masih tersisa.

“Saya minta kepada ESDM untuk membersihkan semua kayu-kayu ini, pakai alat yang berasal dari perusahaan tambang (PT Agincourt Resources), supaya bisa kita bersihkan semua,” kata Bahlil.

Data Korban Banjir Bandang

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyampaikan data terkini tentang korban banjir bandang hingga Selasa (2/12/2025).

Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia mencapai 290 jiwa, 154 orang hilang, 614 orang luka-luka, dan 538.792 orang mengungsi.

“Dan hingga saat ini masih ada 17 daerah di Sumut yang terdampak musibah tersebut,” ungkap Sri Wahyuni melalui keterangan resmi yang diterima Reformasi.co.id, Selasa.

Lokasi yang paling parah adalah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Total korban meninggal dunia sebanyak 86 orang, 508 orang luka-luka, 85 orang hilang, dan sebanyak 7.382 orang masih mengungsi.

Daerah terparah kedua adalah Kabupaten Tapanuli Selatan. Di wilayah tersebut terdapat 79 korban meninggal dunia, 38 orang hilang, 49 orang luka, dan 5.366 warga mengungsi.

Lokasi terparah ketiga adalah Kota Sibolga, dengan 47 korban meninggal dunia, 12 orang hilang, 45 orang luka, dan 17.824 warga mengungsi.

Langkah Pemerintah

Pemerintah terus berupaya memberikan bantuan darurat kepada para korban banjir bandang. Selain tenda, pemerintah juga berkoordinasi dengan lembaga dan perusahaan untuk memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan medis tersedia.

Beberapa tim tanggap darurat telah dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material banjir. Masyarakat juga diminta tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari pihak berwenang.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap kerusakan infrastruktur dan rencana pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini