Penangkapan Kreator Konten Terkait Dugaan Penghinaan Budaya Dayak
Polda Kalimantan Barat (Kalbar) telah melakukan penangkapan terhadap seorang kreator konten asal Pontianak, Rizky Kabah. Penangkapan ini dilakukan karena dugaan penghinaan terhadap Suku Dayak. Kejadian ini berlangsung pada Rabu, 1 Oktober 2025 malam hari di kediamannya yang berada di kawasan Jakarta Pusat.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Bayu Suseno, membenarkan informasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah Rizky dua kali tidak hadir dalam pemanggilan pemeriksaan. “Benar, yang bersangkutan sudah diamankan. Penangkapan dilakukan setelah dua kali tidak hadir dalam pemeriksaan,” ujar Bayu.
Setelah ditangkap, Rizky langsung dibawa ke Pontianak pada Kamis pagi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolda Kalbar. Proses hukum terhadapnya saat ini masih berlangsung dan akan terus dipantau oleh aparat kepolisian.
Latar Belakang Kasus
Peristiwa ini bermula dari laporan yang diajukan oleh sejumlah organisasi masyarakat Dayak, termasuk Mangkok Merah Kalimantan Barat (MMKB), pada Selasa, 9 September 2025 lalu. Laporan tersebut menyoroti konten video yang diunggah oleh Rizky dan dinilai menghina simbol budaya Dayak, yaitu Rumah Radakng.
Dalam video yang beredar, Rizky menyebut Rumah Radakng sebagai “rumah hantu” serta menyinggung masyarakat Dayak dengan narasi tentang ilmu hitam. Ucapan-ucapan tersebut dinilai melecehkan dan merendahkan martabat Suku Dayak.
“Kami merasa sangat dihina. Ucapan itu merendahkan, melecehkan, dan menyinggung budaya kami,” ujar Ketua Umum MMKB, Iyen Bagago.
Reaksi Masyarakat Dayak
Masyarakat Dayak secara umum merasa tidak nyaman dengan pernyataan yang disampaikan oleh Rizky. Mereka merasa bahwa ucapan tersebut tidak hanya menyentuh isu budaya, tetapi juga mencoreng identitas dan kepercayaan diri mereka sebagai suku asli Kalimantan Barat.
Banyak dari mereka yang menuntut agar pihak berwajib segera menindaklanjuti kasus ini. Mereka berharap adanya keadilan dan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas mereka.
Proses Hukum yang Berlangsung
Sampai saat ini, proses hukum terhadap Rizky masih berjalan. Polisi menyatakan bahwa perkembangan lebih lanjut akan diumumkan kemudian. Namun, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai status hukum Rizky atau tuntutan yang akan diajukan.
Beberapa pihak yang terlibat dalam kasus ini, termasuk para anggota organisasi masyarakat Dayak, menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan kasus ini. Mereka berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan cepat dan transparan.
Tantangan Budaya dan Media Sosial
Kasus ini juga menjadi peringatan bagi kreator konten di media sosial. Penting bagi mereka untuk lebih waspada dalam menyampaikan informasi atau pendapat, terutama jika berkaitan dengan budaya atau komunitas tertentu. Kehadiran konten yang tidak sesuai bisa berdampak besar pada masyarakat yang merasa dihina atau disakiti.
Selain itu, kasus ini juga menunjukkan betapa pentingnya edukasi tentang budaya lokal dan keragaman etnis dalam masyarakat modern. Dengan semakin banyaknya akses informasi melalui media digital, kesadaran akan nilai-nilai budaya dan penghormatan terhadap semua kelompok etnis menjadi semakin penting.
Kesimpulan
Penangkapan Rizky Kabah menunjukkan bahwa tindakan yang dianggap menghina atau merendahkan budaya tertentu akan mendapatkan respons serius dari pihak berwajib. Hal ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan dan menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khas daerah masing-masing.
Proses hukum yang sedang berlangsung akan menjadi penentu apakah Rizky akan dihukum atau tidak. Namun, yang jelas, kasus ini memberikan pesan kuat bahwa penghinaan terhadap budaya tidak boleh diabaikan.



