Makam Letkol Mar Danussaputera Kini Berdiri Tegak Tiang dan Bendera Merah Putih

    0
    223
    Kolase Foto: Pemasangan bendera merah putih di makam Letkol Marinir Danussaputera (atas), doa dan tahlil sebelum pemasangan bendera merah putih (kiri bawah), foto bersama DHD 45 Kalsel, DHC 45 Kab. Banjar, dan Pihak Keluarga Letkol Marinir Danussaputera (bawah kanan) FOTO: Adam NW Basrindu/REDAKSINDO.com (28/9/2025)

    Martapura, 28 September 2025, Reformasi.co.id – Suasana khidmat menyelimuti Komplek Pemakaman Sultan Adam, Martapura, Kabupaten Banjar, pada Minggu (28/9/2025) pukul 11.30 WITA. Sebuah upacara sederhana namun penuh makna digelar untuk mengenang jasa Letkol Marinir (Purn.) Danussaputera, pejuang kemerdekaan yang menjadi Komandan Ekspedisi Lintas Laut Kalimantan sekaligus perintis Divisi IV ALRI.

    Dalam rangkaian acara itu, dilakukan penyerahan dan pemasangan bendera Merah Putih di makam beliau. Prosesi dipimpin oleh Drs. H. Gerilyansyah Basrindu, MM, Ph.D, anggota Dewan Paripurna DHD 45 Kalsel, bersama Drs. H. Arbudin, M.Si, Sekretaris DHC 45 Kabupaten Banjar, yang hadir atas penugasan Ketua DHC 45 Kab. Banjar, Drs. Zainuddin. Hadir pula bidang Politik dan Hukum DHC 45, Jaini, S.AP, M.Si, serta anggota DHC 45 Kab. Banjar, H. M. Johan, S.Sos.

    Mereka didampingi pihak keluarga almarhum yang hadir, yakni satu anak perempuan dan tiga cucu Letkol Marinir Danussaputera.

    Sebelum pemasangan tiang bendera, acara diawali dengan pembacaan tahlil dan doa. Suasana haru terasa ketika bendera Merah Putih berkibar di pusara sang pahlawan, simbol penghormatan sekaligus pengingat jasa perjuangannya.

    Doa dan Harapan

    Gerilyansyah Basrindu menyampaikan, pemasangan tiang bendera di makam pahlawan hendaknya bisa menjadi budaya penghormatan yang berkelanjutan.

    “Pemasangan bendera ini bukan hanya simbol, tetapi bentuk penghargaan bagi pahlawan dan veteran yang dimakamkan di luar Taman Makam Pahlawan maupun di kompleks keluarga atau pemakaman umum. Masyarakat bisa memahami nilai-nilai kejuangan 45 yang telah ditorehkan,” ujarnya.

    Dr. H. Zulfadli Gazali, Ketua Harian DHD 45 Provinsi Kalimantan Selatan yang sedang bertugas di luar daerah, turut menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung. Melalui H. Gerilyansyah Basrindu, ia menyampaikan doa agar acara berjalan lancar.

    “Semoga keteladanan almarhum Letkol (Mar) Danussaputera dapat menginspirasi generasi penerus, khususnya generasi muda di Kalimantan Selatan,” pesannya.

    Sementara itu, Arbudin menegaskan bahwa DHC 45 Kabupaten Banjar merasa bangga memiliki tokoh pejuang sekelas Letkol Marinir Danussaputera yang dimakamkan di Martapura. Ia juga menyampaikan komitmen organisasi untuk melakukan pendataan makam para pahlawan di luar Taman Makam Pahlawan.

    “Selain pemasangan bendera, kami berencana mengusulkan pemasangan prasasti dari batu aji di makam pahlawan. Dengan begitu masyarakat bisa membaca langsung sejarah perjuangan beliau, dan prasasti ini lebih tahan terhadap cuaca,” jelasnya.

    Drs. Wajedi, penulis sejarah perjuangan di Kalimantan Selatan yang saat ini sedang membimbing mahasiswa di Tahura Sultan Adam sekaligus pengurus DHD 45 Provinsi Kalsel, turut memberikan pandangan.

    “Kegiatan pemasangan tiang dan bendera Merah Putih di makam pejuang di luar Taman Makam Pahlawan sangat baik jika dilanjutkan dan diagendakan secara berkesinambungan. Ini bentuk nyata penghormatan kepada para pejuang,” ungkapnya.

    Lebih jauh, Wajedi menyampaikan kedekatan personalnya dengan sosok almarhum. Pada tahun 1991, ia pernah mewawancarai langsung Letkol (Mar) Danussaputera sebagai narasumber untuk skripsinya tentang sejarah perjuangan di Kalimantan Selatan.

    “Beliau tidak hanya saksi sejarah, tetapi juga narasumber hidup yang memberikan warna dalam penulisan sejarah perjuangan di Kalsel,” kenang Wajedi.

    Ucapan Terima Kasih dari Keluarga

    Putra almarhum, HR Bambang Istana Putra, yang kini berdomisili di Jakarta, menyampaikan ucapan terima kasih melalui pesan WhatsApp.

    “Sampaikan salam hormat kami, atas nama keluarga besar alm. Bapak Danussaputera, kepada jajaran DHD 45 Kalsel dan DHC 45 Kabupaten Banjar/Martapura, atas perhatian dan kehadirannya. Mohon maaf saya tidak bisa hadir. Wassalam,” tulisnya.

    Sebagai bentuk penghormatan, Bambang menugaskan keponakannya (cucu almarhum) untuk hadir mendampingi dalam acara tersebut.

    Bambang juga menyampaikan bahwa, sebelum meninggal di Jakarta, orang tuanya berpesan agar ketika meninggal nanti dimakamkan berdampingan dgn isteri beliau yang sudah lebih dahulu di pemakaman keluarga di komplek pemakaman Sulthan Adam Martapura.

    Jejak Perjuangan dan Pengabdian

    Letkol Marinir (Purn.) Danussaputera dikenal sebagai salah satu komandan ekspedisi laut dari Jawa ke Kalimantan pada masa revolusi, tercatat dalam sejarah bersama rombongan-rombongan pejuang lainnya yang memperkuat perjuangan di Kalimantan Selatan. Ia juga pernah duduk sebagai delegasi perundingan dengan Belanda di Banjarmasin pada 17 Oktober 1949, mewakili ALRI Divisi IV.

    Kapten L Danussaputera dan Letkol Hassan Basry, Juni 1949 di Padang Batung
    Kapten L Danussaputera dan Letkol Hassan Basry, Juni 1949 di Padang Batung, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (FOTO:Koleksi Wajidi)

    Pasca 1949, ia tetap berkarir di Angkatan Laut hingga berpangkat Letnan Kolonel (Marinir), sebelum akhirnya pensiun dan menetap di Banjarbaru. Seusai berdinas, beliau aktif di Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kalimantan Selatan.

    Penghargaan atas jasanya pun tak sedikit:

    • Piagam Tanda Kehormatan Bintang Jalasena Nararya dari Presiden RI (1995).
    • Piagam Penghargaan dari Panglima Armada RI Kawasan Timur, Laksamana Muda TNI Gofar Sumarno (1994).
    • Bintang Legiun Veteran RI dari Pimpinan Pusat LVRI (1996).
    • Piagam & Medali Perjuangan 45 dari Dewan Harian Nasional Angkatan 45 (pusat).

    Semua penghargaan itu meneguhkan kiprahnya sebagai seorang prajurit yang mengabdi melebihi panggilan tugas, berbudi luhur, dan setia menjaga nilai-nilai perjuangan 45.

    Kini, dengan berkibarnya Merah Putih di pusaranya, Letkol Marinir Danussaputera kembali dikenang, bukan hanya sebagai seorang pejuang ekspedisi laut, tetapi juga sebagai sosok panutan yang mewariskan semangat juang lintas generasi.

    Jurnalis: Adam NW Basrindu 

    Editor: Adam NW Basrindu 

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini