Kenangan Derbi Jawa Timur yang Tak Pernah Hilang
Saat ini, Persebaya Surabaya akan menghadapi laga panas melawan Arema FC. Bagi Robertino Pugliara, sosok yang kini menjabat sebagai Direktur Sepak Bola Persebaya Academy, momen tersebut selalu membawa kenangan manis dari masa lalunya saat masih bermain di bawah seragam Green Force. Dua kali ia menghadapi Singo Edan dalam pertandingan besar, dan setiap kali itu, atmosfer derbi terasa sangat mengguncang.
Robertino mengingat betul bagaimana tekanan dari suporter membuatnya merasa tertekan. Ia mengatakan bahwa dalam laga el clasico seperti ini, setiap pemain harus tampil dengan semangat berlipat. “Ada tekanan juga, pasti tekanan dari suporter karena ini tim besar, ini el clasico ya,” ujarnya mengenang peristiwa tersebut.
Euforia yang muncul dalam derbi memberikan dorongan kuat yang sulit dijelaskan bagi mereka yang belum pernah merasakannya langsung. Menurutnya, energi Bonek mampu mengalir ke seluruh pemain, membuat mereka lebih percaya diri dan bersemangat.
Ia masih ingat jelas pengalamannya pada musim 2017/2018. Saat itu, ia dua kali menghadapi Arema FC. Pertemuan pertama di Surabaya, ia bermain penuh 90 menit dan ikut merayakan kemenangan 1-0. Namun, pertemuan kedua di Malang berbeda. Persebaya Surabaya kalah 0-1. Robertino yang hanya turun selama 25 menit di laga tersebut menerima kekalahan tersebut dengan berat, karena ambisinya selalu sama setiap derbi.
Pikiran untuk menang selalu mendominasi dirinya di setiap detik pertandingan. “Kalau seri aja kita enggak mau, pasti mau menang pertandingan itu,” ujarnya. Di lapangan, pikirannya selalu fokus pada bola dan gol. “Di lapangan pasti pikir, oke saya mau dapat bola, ayo kita harus cetak gol.”
Tidak ada kompromi dalam pertandingan sebesar itu, dan mental tak mau kalah sudah tertanam kuat dalam dirinya. “Harus menang pertandingan, enggak ada lain, pasti enggak mau seri apalagi kalah,” ucapnya tegas.
Kini, sebagai bagian dari struktur pembinaan Persebaya Surabaya, Robertino menyalurkan semangat itu kepada para pemain muda dan skuad senior. Pengalaman langsungnya di derbi membuat pesannya terasa lebih hidup dan relevan bagi mereka yang akan turun bertanding.
Persiapan Tim Persebaya Surabaya
Persiapan tim Persebaya Surabaya menjelang laga pekan ke-13 BRI Super League berlangsung dengan intensitas tinggi. Dua pekan latihan penuh digelar demi menyempurnakan detail permainan agar siap menghadapi tekanan derbi. Pelatih Eduardo Perez menjelaskan seluruh pemain menjalani persiapan dengan suasana serius dan penuh fokus. Menurutnya, target tiga poin menjadi energi utama yang menjaga ritme latihan tetap intens sejak awal pekan.
Salah satu titik evaluasi penting yang ia benahi adalah situasi bola mati. “Kami bekerja untuk memperbaiki situasi ini, beberapa kesalahan terjadi, tetapi kami tahu hal-hal apa yang perlu kami tingkatkan,” kata pelatih asal Spanyol tersebut. Eduardo ingin timnya tidak hanya memperkuat lini belakang, tetapi juga memahami proses sebelum peluang lawan tercipta. Ia menilai konsistensi dalam rangkaian aksi menjadi kunci agar tim tidak mudah ditekan.
Derbi Sebagai Momentum Berharga
Derbi bagi Eduardo bukan sekadar pertandingan besar, tetapi momen yang mampu mengangkat energi seluruh pemain. Ia melihat tekanan rivalitas justru menjadi bahan bakar agar tim tampil lebih berani dan tampil maksimal. Arema FC datang dengan modal lima laga tandang tanpa kekalahan musim ini. Namun, Persebaya Surabaya punya catatan historis lebih baik karena tidak pernah tumbang dalam lima pertemuan terakhir melawan Singo Edan.
Eduardo tetap menunjukkan respek penuh terhadap lawan yang disebutnya terus berkembang. Meski begitu, ia sangat percaya diri terhadap progres timnya sendiri. “Saya percaya pada pekerjaan kami, saya yakin kami akan berjuang keras untuk memenangkan tiga poin,” tegasnya. Derbi kali ini ia sebut sebagai salah satu yang paling penting sepanjang musim.
Atmosfer laga panas di Stadion Gelora Bung Tomo nanti sore diyakini akan semakin membara dengan motivasi berlapis yang dimiliki tim. Kehadiran figur seperti Robertino Pugliara menambah suntikan mental bagi para pemain agar tampil ngeyel dan tak mau kalah. Semangat yang dulu ia bawa sebagai gelandang kini ia wariskan dari pinggir lapangan kepada generasi baru Persebaya Surabaya. Derbi Jatim kali ini akan menjadi panggung untuk membuktikan bahwa semangat itu masih hidup dan tetap membara di dalam tubuh Green Force!



