Penemuan Jasad WK yang Mencengangkan
Jasad seorang mama muda inisial WK (23) ditemukan di Jembatan Permandian Kogawuna, Jalan Lingkar Bungi Sorowolio-Kelurahan Lokologou, Kecamatan Kokalukuna, Baubau pada Minggu (21/12/2025). Kejadian ini mengejutkan masyarakat setempat dan memicu investigasi mendalam terhadap dua oknum TNI, yaitu Prada Y dan Prada Z.
Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, mengungkapkan bahwa motif pembunuhan tersebut diduga berkaitan dengan kehamilan korban. Menurutnya, Prada Y enggan bertanggung jawab atas kehamilan tersebut. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai kronologi lengkap dari peristiwa tersebut.
Latar Belakang Prada Y dan Prada Z
Prada Y adalah anggota TNI yang baru saja menyelesaikan pendidikannya pada pertengahan tahun 2025. Setelah lulus, ia langsung ditugaskan di Batalyon Yonif TP 823/Raja Wakaaka pada Juli 2025. Prada Y berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel), dan awal hubungan antara dirinya dan WK dimulai melalui media sosial.
Hubungan keduanya berkembang menjadi asmara. Pada November 2025, Prada Y bahkan sudah dikenalkan kepada keluarga korban selama acara keluarga. Para tetangga juga mengetahui hubungan spesial antara keduanya. Namun, tidak lama setelah itu, WK ditemukan tewas dalam kondisi tanpa busana dan dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.
Temuan Awal dari TKP
Saat dilakukan visum sementara oleh Polres Baubau, ditemukan luka sayat di leher dan pukulan benda tumpul di kepala korban. Hasil olah TKP juga menunjukkan adanya botol bekas berisi sisa bahan bakar minyak di sekitar tubuh korban.
Terduga pelaku adalah Prada Y dan rekannya, Prada Z (19), yang merupakan oknum TNI dari Batalyon Yonif TP 823/Raja Wakaaka. Kasus ini akhirnya dilimpahkan ke POM Baubau untuk penyelidikan lebih lanjut.
Tanggapan dari Pihak Militer
Danbrigif TP 29/Mekongga, Kolonel Inf Arfiandy Bayu Laksono, mengakui keterlibatan dua oknum TNI tersebut. Ia menyatakan bahwa yang terlibat adalah satuan dari 823 Raja Wakaaka dengan inisial Y dan Z. Insiden ini menjadi perhatian publik, terutama masyarakat Kota Baubau karena Yonif TP 823 baru saja berada di wilayah tersebut.
Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) TP 823/Raja Wakaaka, Letkol Inf Arkham Hidayat, menyarankan agar masyarakat mengonfirmasi informasi lebih lanjut kepada penyidik. Ia menjelaskan bahwa semua informasi mengenai terduga pelaku dan barang bukti telah diserahkan ke penyidik.
Proses Pemeriksaan Terhadap Pelaku
Komandan Denpom atau Dandenpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, membantah bahwa pemeriksaan terhadap Prada Y dan Prada Z belum dilakukan. Menurutnya, pemeriksaan terhadap kedua orang terduga pelaku telah dilakukan di Sub Denpom Baubau sejak Senin (22/12/2025).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Letkol Haryadi menyatakan bahwa Prada Y merupakan pacar korban WK. Sementara, Prada Z adalah rekan Prada Y sekaligus teman dekat WK.



