Beranda Berita Operasi Besar FIFA Tuntaskan Bullying, Rasisme, dan Ujaran Kebencian di Dunia Digital

Operasi Besar FIFA Tuntaskan Bullying, Rasisme, dan Ujaran Kebencian di Dunia Digital

0
349

Inisiatif Besar FIFA untuk Mengatasi Kekerasan Daring

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengumumkan pada hari Minggu bahwa federasi sepak bola dunia tersebut akan melakukan operasi besar-besaran untuk mengatasi kekerasan daring. Operasi ini bertujuan untuk melawan berbagai bentuk ujaran kebencian, rasisme, dan perundungan yang sering menyerang pemain, pelatih, serta ofisial sepak bola.

Dalam unggahan Instagramnya, Infantino menegaskan bahwa operasi digital terbesar ini dilakukan agar sepak bola menjadi ruang yang aman dan inklusif, baik di lapangan maupun di media sosial. Ia menyampaikan pernyataannya pada hari Toleransi Internasional, menjelaskan bahwa FIFA akan menggunakan layanan perlindungan media sosial mereka serta teknologi canggih dan keahlian manusia untuk melindungi para pemain, pelatih, tim, dan ofisial dari bahaya perundungan daring.

“Sepak bola harus menjadi ruang yang aman dan inklusif, di lapangan, di tribun, maupun daring,” ujarnya dalam pernyataannya. “FIFA Social Media Protection Service (Layanan Perlindungan Media Sosial) dan dengan menerapkan teknologi maju serta keahlian manusia, FIFA mengambil tindakan tegas untuk melindungi para pemain, pelatih, tim-tim, dan ofisial pertandingan dari bahaya serius akibat perundungan daring.”

Infantino menegaskan bahwa perundungan tidak memiliki tempat di sepak bola. Pihaknya akan bekerja sama dengan asosiasi-asosiasi dan konfederasi anggota serta para penegak hukum untuk meminta pertanggungjawaban dari para pelaku. Selain itu, para pelaku perundungan daring juga akan dimasukkan dalam daftar hitam (black list) pada penjualan tiket turnamen-turnamen FIFA.

Layanan ini pertama kali diuji di Piala Dunia Qatar 2022 dan akan diperluas besar-besaran menuju Piala Dunia 2026. Berikut dampak nyata operasi cyber FIFA sepanjang 2025:

  • 30.000+ unggahan kasar dilaporkan dalam rentang waktu satu tahun.
  • 11 pelaku sudah diteruskan ke penegak hukum.
  • Total 65.000+ unggahan kasar telah ditindak sejak 2022.
  • 2.401 akun dipantau di lima platform besar.
  • 5,9 juta postingan dianalisis dengan teknologi canggih.
  • 1,79 juta postingan ditandai untuk ditinjau lebih lanjut.
  • 20.587 postingan resmi dilaporkan untuk dihapus.

Teknologi dan Kolaborasi dalam Operasi Ini

FIFA menggunakan teknologi canggih untuk mengidentifikasi dan menangani unggahan kasar di media sosial. Teknologi ini membantu mengidentifikasi konten yang mengandung ujaran kebencian atau perundungan, sehingga dapat segera ditindaklanjuti. Selain itu, tim ahli juga turut terlibat dalam proses analisis dan pengambilan keputusan untuk menentukan tindakan yang tepat.

Kolaborasi dengan asosiasi dan konfederasi anggota FIFA sangat penting dalam operasi ini. Dengan kerja sama yang erat, pihaknya dapat memastikan bahwa setiap pelaku perundungan daring mendapatkan konsekuensi yang sesuai. Hal ini juga mencakup pembatasan akses bagi pelaku ke acara-acara sepak bola FIFA, termasuk pembelian tiket.

Masa Depan Sepak Bola yang Lebih Aman

Operasi ini merupakan langkah awal yang penting dalam upaya FIFA untuk menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih aman dan inklusif. Dengan perluasan layanan ini menuju Piala Dunia 2026, FIFA berkomitmen untuk terus meningkatkan perlindungan terhadap semua pemain, pelatih, dan ofisial sepak bola.

Dengan penggunaan teknologi dan kolaborasi yang kuat, FIFA berharap dapat mengurangi jumlah kejadian kekerasan daring di dunia sepak bola. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa sepak bola tetap menjadi olahraga yang menyenangkan dan aman bagi semua pihak yang terlibat.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini