Beranda News Pegawai Bank BUMN Cirebon Bobol Rp 24,6 Miliar, Jadi Tersangka Korupsi

Pegawai Bank BUMN Cirebon Bobol Rp 24,6 Miliar, Jadi Tersangka Korupsi

0
146

Mantan Pegawai Bank BUMN Cabang Sumber Jadi Tersangka Korupsi

Seorang mantan pegawai bank BUMN di Cabang Sumber, Kabupaten Cirebon, berinisial MY, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang menimbulkan kerugian negara mencapai puluhan miliar rupiah. Perbuatan tidak terpuji ini dilakukan selama bertahun-tahun tanpa bisa terdeteksi, hingga akhirnya terungkap dan membuat pihak berwajib mengambil tindakan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Cirebon, Yudhi Kurniawan, menyampaikan bahwa pelaku melakukan aksi korupsi dengan modus yang cukup rumit. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa MY memanfaatkan kelemahan sistem perbankan untuk mengalihkan dana dari rekening penampung ke rekening pribadinya. Kerugian negara yang diakibatkan aksi ini mencapai sebesar Rp 24,6 miliar.

Modus yang digunakan oleh tersangka sangat sulit terdeteksi karena ia memanfaatkan celah kelemahan dalam sistem perbankan. Selain itu, MY juga menyusun dokumen palsu dan laporan fiktif agar aktivitas ilegalnya terlihat sah dan dapat dilewatkan oleh pihak internal bank. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku memiliki pemahaman yang cukup dalam menjalankan aksinya tanpa terendus.

Dari hasil penyidikan, diketahui bahwa praktik pembobolan rekening bank ini berlangsung sejak tahun 2018 hingga 2025. Selama tujuh tahun, MY melakukan lebih dari dua transaksi mencurigakan dengan modus serupa. Ia memproses pencairan dana dari rekening penampung, kemudian mengalirkannya ke rekening pribadi.

Tersangka kini telah ditahan di Rutan Kelas I Cirebon selama 20 hari, mulai tanggal 1 hingga 20 Oktober 2025. Ia dijerat dengan beberapa pasal berlapis, termasuk tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Langkah ini menunjukkan bahwa pihak berwajib memberikan perhatian serius terhadap kasus ini, mengingat besarnya kerugian yang dialami negara.

Beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam kasus ini adalah pengawasan internal di lembaga keuangan serta peningkatan sistem keamanan dan kontrol. Kasus seperti ini menunjukkan betapa pentingnya adanya pengawasan yang ketat terhadap transaksi keuangan, terutama di institusi yang menangani dana negara.

Selain itu, kasus ini juga menjadi peringatan bagi instansi lain untuk meningkatkan pengawasan dan pencegahan terhadap tindakan korupsi. Dengan adanya tindakan tegas terhadap pelaku, diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Pemerintah dan lembaga terkait harus terus berupaya memperkuat sistem pengawasan dan melibatkan pihak independen dalam proses audit. Dengan demikian, potensi kebocoran dana negara dapat diminimalisir, dan kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan akan tetap terjaga.

Perlu juga dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pegawai bank tentang risiko korupsi dan konsekuensinya. Dengan peningkatan kesadaran dan tanggung jawab, diharapkan setiap individu dapat menjalankan tugasnya secara etis dan profesional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini