Antrean Kacau Saat Pendaftaran Kartu Layanan Gratis Transportasi Umum
Pada hari Minggu (2/10/2025), ratusan warga Jakarta menghadiri acara pembuatan Kartu Layanan Gratis transportasi umum yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat. Acara ini digelar dalam rangka Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day.
Kartu layanan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat Jakarta dari 15 golongan tertentu, sehingga mereka dapat menggunakan transportasi umum seperti Transjakarta, MRT, dan LRT secara gratis. Pendaftaran kartu layanan ini dibuka mulai pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.
Di lokasi pendaftaran, antrean terlihat sangat padat. Pantauan di lapangan hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan bahwa area Dishub masih dipenuhi warga yang antri. Di bawah terik matahari pagi, para warga yang didominasi oleh lansia berdiri sambil mengantre untuk mendapatkan layanan transportasi umum gratis.
Beberapa orang mengantre sambil membawa payung untuk melindungi diri dari sinar matahari. Namun, antrean tidak terlihat teratur, dengan kepadatan pengunjung yang saling berdesak-desakan. Antrean di barisan tengah terlihat berkumpul menjadi satu, tetapi ada beberapa orang yang memotong antrean tanpa mengikuti urutan kedatangan.
Antrean juga mengular di sisi kanan dan kiri tenda, menyebabkan kebingungan bagi sejumlah warga yang baru datang dan ingin bergabung dalam antrean. Di sisi jalan, beberapa petugas memberikan layanan bantuan untuk proses pendaftaran bagi para lansia.
Petugas di dalam tenda memanggil nama-nama warga secara bergantian untuk melanjutkan proses pendaftaran. Mereka diminta mengantre untuk menyerahkan berkas, kemudian kembali mengantre untuk menunggu fotonya diambil.
Berkas yang dibutuhkan untuk mendaftar kartu khusus tersebut antara lain KTP asli DKI Jakarta, fotokopi KTP, pas foto, kartu keluarga, serta sejumlah surat keterangan untuk membuktikan bahwa warga termasuk dalam 15 golongan yang ditentukan.
Setelahnya, mereka kembali diminta mengantre untuk menunggu namanya dipanggil saat proses pembuatan kartu selesai. Berdasarkan keterangan sejumlah warga, mereka telah mengantre selama berjam-jam sejak layanan pendaftaran dibuka pada pagi hari.
Salah satu peserta, Sani (65), mengkritik manajemen antrean di lokasi pendaftaran. Menurutnya, panitia dari pihak Dishub Provinsi DKI Jakarta tidak serius mengatur antrean. Ia merasa antrean terlihat kacau dan tidak jelas.
Sani, yang sudah mengantre sejak pukul 06.00 WIB, menyoroti tidak adanya jalur antrean yang jelas. Hal ini, menurutnya, membuka celah bagi warga lain untuk memotong antrean. Ia mengatakan, “Kan harusnya dia harus satu jalur. Jadi yang tiba-tiba yang nongkrong dari sini, tinggal dari ke depan, gitu loh. Langsung nyelak ke depan.”
Sani mengaku datang untuk mengurus kartu tersebut setelah mendapat informasi dari grup WhatsApp agar bisa mendapatkan fasilitas transportasi umum gratis. Namun, meski sudah menyerahkan berkas berupa KTP dan KK sejak pagi, hingga pukul 09.30 WIB ia belum juga mendapat panggilan untuk proses foto.
Sementara itu, Sintawati (62), warga Menteng Atas, Jakarta Pusat juga mengaku sudah tiba di Bundaran HI sejak pukul 06.00 WIB. Dia mengaku kasihan dengan para lansia lain yang harus menunggu lama, terutama yang datang dari lokasi jauh dan harus mengeluarkan biaya transportasi.
“Kan kasihan itu orang-orang tua, lansia, usia 60, 70, harus disuruh berdiri berjam-jam panas gini. Ini kan hampir semuanya mayoritas lansia ya,” ujar Sinta.
Tidak hanya itu, dia juga mengeluhkan sistem antrean yang rumit dan kerap dilempar dari satu loket ke loket lainnya. “Seperti saya, maaf ya, saya sudah jadi, tinggal nunggu ambil. Saya sudah foto. Saya tadi dilempar ke sini, saya dilempar ke situ, muter-muter,” ujarnya.
Akibat kekacauan sistem dan alur yang tidak jelas, Sintawati marah kepada petugas. Dia merasa para petugas tidak menghargai para lansia yang telah lama menunggu. “Saya ngamuk. Saya sampai teriak-teriak. Saya bilang, ‘Ibu minggir!’ Saya yang baju cokelat pun saya bentak habis-habisan. ‘Enggak menghargai lu orang-orang tua,’ saya bilang.”
Sinta mengaku mendapat informasi untuk kembali lagi pekan depan apabila kartu miliknya belum selesai diproses hari ini. Namun, dia menegaskan agar Dishub DKI Jakarta mengevaluasi sistem pendaftaran layanan kartu gratis agar tidak terlalu membebani para lansia. “Jangan digelar lagi lah kalau masih begini, kasihan yang lain,” tuturnya.
