Penutupan Sementara Dapur MBG di Kabupaten Karimun
Beberapa waktu lalu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan oleh pemerintah daerah mengalami masalah serius setelah belasan siswa mengalami gejala keracunan. Hal ini terjadi setelah mereka menyantap menu makanan yang dibagikan melalui program tersebut. Kejadian ini memicu perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengambil langkah tegas dengan menutup sementara dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dua tempat yang ditutup adalah SPPG Sungai Lakam 1 dan SPPG Sungai Raya. Selain itu, distribusi MBG di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Karimun juga dihentikan sementara guna dilakukan evaluasi menyeluruh.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menjelaskan bahwa penutupan sementara dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan. “Akan dilakukan evaluasi terlebih dahulu, sementara dihentikan,” ujar dia.
Kepala SPPG Sei Lakam 1, Meciridayani, menjelaskan bahwa keputusan penutupan datang langsung dari BGN Regional Kepri. Instruksi ini dikeluarkan setelah sebanyak 14 siswa SMP Negeri 2 Karimun dan SD 010 Negeri Parit Lapis, Kecamatan Meral, mengeluhkan gejala seperti sakit perut, mual, muntah, hingga sesak napas. Diduga, kondisi tersebut disebabkan oleh konsumsi makanan dari program MBG.
Meski demikian, Meciridayani memastikan bahwa seluruh proses pengolahan makanan sudah mengikuti standar prosedur. Mulai dari penerimaan bahan baku, pemrosesan, pendinginan, hingga distribusi, semuanya dilakukan sesuai aturan. Bahkan, setiap menu diuji oleh ahli gizi dan dicicipi oleh relawan sebelum dibagikan kepada siswa. Namun, penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil laboratorium dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Soerjadi, menambahkan bahwa hasil pemeriksaan sampel makanan akan keluar dalam tiga hingga empat hari sejak kejadian. Diharapkan, hasil ini bisa memberikan jawaban yang jelas tentang penyebab keracunan yang terjadi.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Karimun yang juga Wakil Bupati, Rocky Marciano Bawole, meminta masyarakat tidak berspekulasi. Ia mengimbau agar masyarakat bersabar dan menunggu hasil uji laboratorium. “Jangan membuat pernyataan yang bisa menimbulkan keresahan,” ujarnya.
Kejadian ini terjadi setelah pada Kamis (25/9) dan Jumat (26/9), sebanyak 14 siswa SMP Negeri 2 Karimun dan SD 010 Negeri Parit Lapis mengalami gejala sakit perut, mual, muntah, hingga sesak napas. Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak yang terlibat dalam program MBG.
Pemerintah berharap hasil uji laboratorium segera keluar agar penyebab kejadian bisa dipastikan. Dengan demikian, program MBG dapat kembali berjalan dengan aman dan tetap memperhatikan kesehatan para siswa.



