Perjalanan Politik Danny Pomanto di PDIP
Mantan wali kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto atau lebih dikenal dengan nama panggilan Danny Pomanto, memutuskan untuk bergabung dalam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selatan. Keputusan ini menandai langkah baru dalam perjalanan politiknya, yang sebelumnya pernah terlibat dengan dua partai lainnya.
Danny Pomanto pertama kali terdeteksi bergabung dengan Partai Hanura sebelum menjadi wali kota Makassar. Namun, selama masa jabatannya sebagai wali kota, ia tidak terlihat aktif di Partai Hanura Sulawesi Selatan. Pada periode kedua kepemimpinannya, Danny memutuskan untuk bergabung ke Partai NasDem. Saat itu, Partai NasDem menjadi salah satu pengusung utamanya dalam Pemilihan Wali Kota Makassar 2020 lalu.
Meski anaknya pernah maju dalam pemilu DPR RI pada tahun 2019 melalui Partai NasDem, Danny sendiri tidak masuk ke dalam struktur partai besutan Surya Paloh tersebut. Ia kemudian memilih untuk bergabung dengan PDIP pada 28 Agustus 2023, yang terjadi dua tahun sebelum artikel ini ditulis.
“Selamat datang di PDIP. Hari ini beliau bergabung dengan PDI Perjuangan,” ujar Komarudin saat mengumumkan keanggotaan Danny Pomanto di Makassar, Senin (28/8/2023). Setahun setelah bergabung, PDIP mengusung Danny untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2024. PDIP berkolaborasi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto – Azhar Arsyad (Arsyad) (nomor urut 1) memperoleh 1.600.029 suara, sebanyak 34,68 persen dari total suara sah. Sementara itu, pasangan Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi (nomor urut 2) meraih 3.014.255 suara, atau 65,32 persen dari total suara sah. Jumlah pemilih terdaftar (DPT) mencapai 6.680.807 orang.
Isu bahwa Danny akan maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) PDIP sudah mulai berhembus sebulan terakhir. Bahkan, ia telah mendapatkan restu dari pengurus DPP PDIP. Modal popularitas dengan dukungan 1.600.029 suara (34,68 persen) menjadikan PDI Perjuangan bisa kembali bangkit lagi di Sulsel.
Apalagi, saat ini, kursi PDIP berkurang drastis pasca pemilu 2024 lalu di Sulsel. Pada Pemilu 2019 lalu, PDIP meraih delapan kursi. Kemudian, pemilu 2024, partai berlambang kepala banteng ini meraih enam kursi.
Danny merasa sangat cocok dengan jargon wong cilik yang dielu-elukan oleh PDIP. Sehingga dia menganggap memiliki spirit perjuangan yang sama dengan partai barunya itu. “Jadi pertama kita punya semangat. Kita dari dulu dekat dengan PDIP,” kata Danny, Senin (28/8/2023).
Dengan identitas tersebut, Danny mengaku sudah tepat jika bergabung ke PDIP. Danny menuturkan bahwa dirinya adalah tipikal orang yang gigih dalam memperjuangkan sesuatu. “Kita juga tipe selalu berjuanglah. Namanya PDI Perjuangan kan selalu memperjuangkan sesuatu. Seperti wong cilik,” ungkapnya.



