Polda Metro Jaya Umumkan Hadiah Rp 500 Ribu untuk Ojol yang Rekam Kejahatan: Jangan Palsu!

0
131

Polisi Beri Hadiah Rp 500 Ribu untuk Ojol yang Melaporkan Kejahatan

Polisi di Jakarta memberikan insentif berupa uang sebesar Rp 500 ribu kepada pengemudi ojek online (ojol) yang berhasil merekam aksi kejahatan di jalanan dan melaporkannya ke pihak berwajib. Insentif ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi aktif komunitas ojol dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono, menjelaskan bahwa setiap pengemudi ojol yang menemukan tindakan kriminal dan merekamnya akan mendapatkan bonus tersebut. “Jika teman-teman ojol melihat pelaku kejahatan dan merekamnya, lalu melaporkannya ke pembina ojol di Polsek atau Polres, maka akan diberikan bonus sebesar Rp 500 ribu dari Bapak Kapolda,” ujar Dekananto saat meresmikan Gerai Rakyat Mart komunitas Ojol Kamtibmas di Stasiun Juanda, Jumat (26/9/2025).

Insentif ini diberikan langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri sebagai bentuk apresiasi terhadap peran ojol dalam menjaga keamanan. Namun, polisi juga menegaskan bahwa rekaman harus nyata dan tidak direkayasa. “Jangan sampai ada yang disuruh pura-pura mencuri lalu divideokan agar bisa mendapatkan hadiah. Itu tidak boleh,” tegas Dekananto.

Teknis pelaporan akan diatur oleh masing-masing Kapolres. Pengemudi ojol yang memiliki rekaman dapat menyerahkannya kepada pembina ojol di Polsek atau Polres setempat. Polisi juga memastikan bahwa laporan tidak akan ditolak. Jika ada penolakan, masyarakat diminta melapor langsung ke Wakapolda.

Program ini merupakan bagian dari strategi Polda Metro Jaya untuk melibatkan komunitas ojol sebagai mitra strategis dalam menjaga kamtibmas. Polisi menyadari bahwa pengemudi ojol memiliki mobilitas tinggi dan akses langsung ke ruang publik, sehingga berpotensi menjadi pengawas sosial yang efektif.

“Bukan karena kita tidak mampu, tetapi karena kita ingin melibatkan masyarakat. Kita ingin merasakan sama-sama bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Dekananto.

Gerai Rakyat Mart yang diresmikan bersamaan dengan peluncuran komunitas Ojol Kamtibmas juga difungsikan sebagai posko bersama antara polisi dan pengemudi ojol. Selain menyediakan sembako murah, gerai ini menjadi ruang koordinasi untuk mendukung keamanan wilayah.

Menurut data Ditlantas Polda Metro Jaya, jumlah pengemudi ojol aktif di wilayah Jabodetabek mencapai lebih dari 250 ribu orang. Dengan mobilitas tinggi dan jangkauan luas, komunitas ojol dinilai mampu menjadi mitra strategis dalam deteksi dini potensi gangguan kamtibmas.

Program ini mendapat respons beragam dari komunitas ojol. Beberapa pengemudi menyambut baik insentif tersebut sebagai bentuk pengakuan atas peran mereka di lapangan. Namun, sebagian lainnya berharap ada kejelasan teknis, perlindungan hukum, dan pelatihan agar mereka tidak terjebak dalam situasi berisiko saat merekam kejadian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini