Beranda Berita Polres Malang Tindak 103 Ribu Pelanggaran dalam Operasi Zebra Semeru 2025

Polres Malang Tindak 103 Ribu Pelanggaran dalam Operasi Zebra Semeru 2025

0
101

Operasi Zebra Semeru 2025: Penindakan Lalu Lintas yang Berbasis Teknologi

Selama pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025, Polres Malang berhasil menindak sebanyak 103.132 pelanggaran lalu lintas. Angka ini mencakup 100.902 teguran humanis dan 2.230 penindakan melalui sistem electronic traffic law enforcement (ETLE) yang dilakukan pada periode 17–30 November 2025.

Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo mengungkapkan bahwa tindakan tegas diberikan untuk mencegah kecelakaan besar yang bisa disebabkan oleh pelanggaran kecil. Namun, ia juga menekankan bahwa penindakan dilakukan dengan pendekatan yang tetap humanis demi keselamatan masyarakat.

“Pelanggaran kecil bisa memicu kecelakaan besar. Karena itu, kami bertindak tegas, tetapi tetap humanis demi keselamatan masyarakat. Total ada 103.132 penindakan,” ujar Danang.

Jenis Pelanggaran yang Paling Umum

Berdasarkan data yang dihimpun, jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan antara lain:

  • Tidak menggunakan helm
  • Tidak membawa STNK atau SIM
  • Melanggar lampu merah
  • Menerobos rambu lalu lintas
  • Kendaraan tanpa pelat nomor
  • Pengendara roda empat yang tidak memakai sabuk keselamatan

Pelanggaran-pelanggaran ini menjadi fokus utama dalam operasi tersebut karena berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Perluasan Penindakan Berbasis ETLE

Salah satu inovasi yang diterapkan dalam Operasi Zebra Semeru 2025 adalah perluasan penggunaan ETLE. Dengan sistem ini, interaksi langsung antara masyarakat dan petugas dapat diminimalkan, sehingga proses penegakan hukum lebih transparan dan efektif.

“Kami ingin memastikan masyarakat pulang ke rumah dengan selamat,” tambah Danang.

Pengurangan Angka Kecelakaan

Operasi Zebra Semeru 2025 juga memberikan dampak positif terhadap angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Malang. Menurut Kasat Lantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, jumlah kecelakaan turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada operasi tahun ini, tercatat 18 kejadian kecelakaan yang menyebabkan 23 korban luka ringan dan satu korban luka berat. Sementara itu, pada Operasi Zebra tahun lalu, terdapat 20 kejadian kecelakaan dengan tiga korban meninggal dunia.

Fokus pada Generasi Muda

Chelvin menjelaskan bahwa mayoritas korban kecelakaan merupakan masyarakat usia 15–24 tahun. Penyebab utama kecelakaan adalah manuver berbahaya seperti berpindah jalur sembarangan dan kurangnya perhatian terhadap pejalan kaki.

Ia menekankan pentingnya edukasi keselamatan bagi pengendara muda. “Operasi selesai bukan berarti boleh melanggar lagi. Jadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar ketaatan saat ada polisi,” tuturnya.

Kesimpulan

Operasi Zebra Semeru 2025 telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan keselamatan lalu lintas. Dengan pendekatan yang berbasis teknologi dan edukasi, Polres Malang berkomitmen untuk terus memperkuat keselamatan berlalu lintas di wilayah tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini